Mahasiswa KKN PMD Literasi Unram 2026 Ajak Siswa SDN 4 Masbagik Selatan Cintai Membaca Lewat Literasi Kreatif
Mataram (NTBSatu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Literasi Universitas Mataram (Unram) menggelar program penguatan minat baca bertajuk “Literasi Kreatif” bagi 26 siswa kelas IV SDN 4 Masbagik Selatan, Desa Masbagik Selatan, Kabupaten Lombok Timur, pada 28-30 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN PMD Literasi 2026 yang berfokus pada penguatan budaya membaca sejak usia sekolah dasar, sekaligus menjadi bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas), tujuan ke-10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan tujuan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Kegiatan ini digagas untuk menjawab sejumlah tantangan yang kerap dihadapi anak-anak dalam kegiatan membaca, seperti keterbatasan akses terhadap bahan bacaan yang menarik, minimnya pendampingan membaca yang interaktif, hingga anggapan bahwa membaca merupakan kegiatan yang monoton dan membosankan.
Melalui pendekatan yang menggabungkan membaca dengan pengalaman belajar yang menyenangkan, mahasiswa berupaya menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap dunia literasi, melatih kemampuan memahami dan menyampaikan kembali isi bacaan, sekaligus melatih keberanian siswa berkomunikasi di depan umum.
Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN PMD lebih dulu berkoordinasi dengan pihak sekolah, khususnya wali kelas IV, untuk menentukan jadwal, sasaran peserta, serta bahan bacaan yang sesuai dengan usia dan karakteristik siswa. Persiapan ini dilakukan agar bahan bacaan yang digunakan tidak hanya menarik, tetapi juga mampu mendorong keaktifan dan interaksi siswa selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi membaca nyaring (read aloud). Fasilitator dari mahasiswa KKN PMD membacakan cerita kepada siswa dengan memanfaatkan intonasi suara, ekspresi wajah, dan gestur yang disesuaikan dengan alur maupun karakter dalam cerita. Teknik ini bertujuan menghidupkan suasana membaca sekaligus menarik perhatian siswa agar aktif menyimak dan memberikan respons terhadap jalannya cerita.
Setelah sesi membaca nyaring, kegiatan dilanjutkan dengan cerdas mengulas buku (book review). Siswa diajak berdiskusi mengenai tokoh, alur, peristiwa, hingga pesan yang terkandung dalam cerita yang telah dibacakan.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya dilatih memahami isi bacaan, tetapi juga belajar menyampaikan pendapat dengan bahasa sendiri, berpikir kritis, serta menghargai pendapat teman saat berdiskusi.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, siswa diajak bermain melalui Bookish Play, yaitu permainan edukatif yang dikembangkan dari isi dan pesan buku yang telah dibacakan. Bentuk permainan bervariasi, mulai dari tebak tokoh, permainan peran sederhana, hingga kuis interaktif seputar cerita.
Suasana kelas dipenuhi semangat dan antusiasme siswa yang mengingat kembali isi cerita sambil bermain dan bekerja sama dengan teman-temannya.
Berdasarkan pengamatan mahasiswa selama kegiatan berlangsung, seluruh siswa menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif di setiap tahapan, mulai dari menyimak cerita, merespons pertanyaan, menyampaikan kembali unsur cerita, hingga mengikuti permainan bertema buku. Perpaduan antara membaca, diskusi, dan permainan membuat kegiatan literasi berlangsung lebih interaktif dan tidak monoton, sekaligus membuktikan bahwa membaca bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak, bukan sekadar tugas sekolah.
Selain menggelar kegiatan di sekolah, mahasiswa KKN PMD Literasi Unram 2026 juga memperkenalkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lora kepada seluruh siswa sebagai ruang literasi alternatif di luar lingkungan sekolah. Pengenalan ini diharapkan dapat memperluas akses siswa terhadap bahan bacaan sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kegiatan membaca dapat terus dilakukan di luar jam pelajaran, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar tempat tinggal.

Bagi mahasiswa KKN PMD, kegiatan ini juga menjadi ruang aktualisasi pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama masa perkuliahan, sekaligus pengalaman langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat.
Sementara bagi SDN 4 Masbagik Selatan, program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya penguatan budaya literasi di sekolah secara berkelanjutan, tidak hanya berhenti ketika masa KKN mahasiswa berakhir.
Melalui program Literasi Kreatif ini, mahasiswa KKN PMD Literasi Universitas Mataram berharap dapat menumbuhkan budaya membaca sejak dini pada anak-anak Desa Masbagik Selatan, sekaligus mendorong keberlanjutan gerakan literasi melalui kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, Taman Bacaan Lora, dan masyarakat sekitar.
Program pengabdian ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) serta mencetak generasi muda yang lebih gemar membaca. (*)




