Lubang Jalan Sikur-Mataram Tak Kunjung Ditambal, Pengendara Keluhkan Bahaya
Lombok Timur (NTBSatu) – Kerusakan pada jalan utama di wilayah Sikur, Lombok Timur, mengganggu pengguna jalan. Titik kerusakan berupa lubang pada lapisan perkerasan itu sudah melalui tahap pemotongan dan pembersihan, tetapi pekerjaan patching belum berlanjut.
Ruas tersebut menjadi jalur utama yang menghubungkan Lombok Timur dengan Mataram. Pengendara melintasi jalan itu setiap hari, termasuk mahasiswa dan masyarakat yang melakukan aktivitas dari Lombok Timur menuju Mataram maupun sebaliknya.
Mahasiswi asal Lombok Timur, Ayudia Salma mengaku, hampir setiap minggu melintasi ruas jalan tersebut. Ia awalnya mengira, pemerintah akan segera menyelesaikan perbaikan.
Karena, sejumlah titik kerusakan lain di sekitar lokasi sudah mendapat penanganan.
“Awalnya saya masih berprasangka baik. Mungkin besok atau minggu depan diperbaiki. Tapi setelah sebulan saya lewat lagi, belum juga ditutup,” ujarnya, Jumat, 21 Agustus 2026.
Secara teknis, titik tersebut mengalami kerusakan berupa pothole pada lapisan perkerasan.
Petugas sudah memotong area yang rusak dan membersihkan bagian tersebut sebagai tahap awal pekerjaan patching. Namun, pekerja belum mengisi area itu dengan material perkerasan baru.
Kondisi tersebut membuat area yang sudah terpotong memiliki perbedaan elevasi dengan permukaan jalan di sekitarnya.
Perbedaan elevasi itu dapat menimbulkan hentakan pada kendaraan ketika melintas, terutama sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Ayudia mengatakan, ukuran kerusakan memang tidak terlalu dalam. Namun, posisi kerusakan cukup mengganggu karena banyak pengendara melaju cepat setelah melewati ruas jalan yang mulus dari arah SMK Sikur.
“Kalau lewat sini sering tiba-tiba kejebluk. Terasa sekali di motor,” ujarnya.
Kerusakan Jalan Ganggu Keselamatan
Menurut Ayudia, kondisi tersebut juga berpotensi memicu kecelakaan. Ia mengaku pernah melihat dua pengendara sepeda motor hampir bertabrakan saat menghindari area jalan yang sudah dipotong.
Saat itu, kedua pengendara melaju dengan kecepatan cukup tinggi dari arah berlawanan. Keduanya sama-sama menghindari bagian jalan yang rusak hingga bergerak ke sisi kanan dan hampir berbenturan.
“Untungnya tidak ada yang jatuh. Itu baru yang bisa kita lihat. Kita tidak tahu kejadian lain yang tidak terlihat,” katanya.
Ayudia berharap, pemerintah segera melanjutkan pekerjaan patching pada titik tersebut. Ia menilai, pemerintah perlu menyelesaikan pekerjaan setelah melakukan pemotongan dan pembersihan agar kondisi jalan kembali rata.
Apalagi, ruas jalan itu menjadi jalur utama penghubung Lombok Timur dengan Mataram. Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan pekerjaan perbaikan berhenti terlalu lama, karena kondisi tersebut terus mengganggu pengguna jalan.
“Kalau memang niatnya untuk diperbaiki, tolong segera diselesaikan. Jangan dibiarkan terlalu lama menganggur. Saya sampai lupa sudah berapa lama, yang jelas lebih dari satu bulan,” pungkasnya. (*)




