Sembilan WNI dalam Misi Kemanusiaan Gaza Ditangkap Israel, Ada Wartawan Tempo dan Republika
Mataram (NTBSatu) – Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati menyampaikan, sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza ditangkap Israel di Laut Mediterania.
Delegasi Indonesia dalam misi itu berasal dari sejumlah lembaga kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Spirit of Aqsa, dan SMART 171. Selain relawan kemanusiaan, beberapa jurnalis nasional juga ikut dalam pelayaran tersebut, termasuk wartawan dari Republika, Tempo, iNewsTV, Berita1, dan CNN.
Maimon menjelaskan, armada kemanusiaan itu membawa sekitar 450 relawan internasional yang melintas di Laut Mediterania untuk menembus blokade Gaza. Sejumlah kapal membawa bantuan kemanusiaan, sekaligus relawan kemanusiaan dari berbagai organisasi sosial dan media.
“Kami mendapat informasi Angkatan Laut Zionis Israel mulai meng- intercepted laju kapal-kapal yang berlayar dalam misi menembus blokade,” ujarnya, mengutip Tempo.co, Selasa, 19 Mei 2026.
GPCI menerima laporan awal soal pencegatan tersebut sekitar pukul 14.00 WIB pada Senin, 18 Mei 2026. Informasi itu menyebut, kapal bernama Tabariyya atau Cactus mengalami pencegatan pertama dari militer Israel saat melintas menuju wilayah Gaza.
Maimon menilai, situasi tersebut menempatkan seluruh relawan dalam kondisi siaga tinggi. Ketegangan meningkat setelah kapal pertama mendapat cegatan, karena ancaman serupa berpotensi menyasar kapal lain dalam rombongan Global Sumud Flotilla.
Anggota Dewan Pengarah GPCI, Irvan Nugraha mengecam langkah Israel terhadap armada kemanusiaan internasional tersebut. Menurutnya, tindakan itu bertentangan dengan hukum humaniter internasional karena misi tersebut membawa bantuan sipil dan relawan kemanusiaan.
“Ini tindakan yang melanggar hukum humaniter internasional. Mengingat setelah cegatan terhadap Kapal Tarbiyya, tentu juga akan mengancam kapal-kapal lain yang berlayar untuk misi kemanusiaan tersebut,” tuturnya.
Daftar Sembilan WNI yang Dicegat Israel
Berikut daftar sembilan WNI yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza:
- Herman Budianto Sudarsono dari GPCI-Dompet Dhuafa dalam Kapal Zapyro;
- Ronggo Wirasanu dari GPCI-Dompet Dhuafa dalam Kapal Zapyro;
- Andi Angga Prasadewa dari GPCI-Rumah Zakat dalam Kapal Josef;
- Asad Aras Muhammad dari GPCI-Spirit of Aqsa dalam Kapal Kasr-1;
- Hendro Prasetyo dari GPCI-SMART 171 dalam Kapal Kasr-1;
- Bambang Noroyono dari Republika dalam Kapal BoraLize;
- Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika dalam Kapal Ozgurluk;
- Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo dalam Kapal Ozgurluk;
- Rahendro Herubowo dari iNewsTV, Berita1, dan CNN dalam Kapal Ozgurluk.
Hingga kini, GPCI terus memantau kondisi para relawan dan awak kapal yang masih berada dalam jalur pelayaran menuju Gaza. Organisasi tersebut juga terus menjalin komunikasi dengan jaringan internasional, guna memastikan keselamatan seluruh peserta misi kemanusiaan. (*)



