10 Negara Kecam Israel Usai Cegat 16 Kapal Kemanusiaan Gaza
Mataram (NTBSatu) – Indonesia bersama sembilan negara lainnya mengecam keras tindakan Israel, mencegat 16 kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza, Palestina.
Selain Indonesia, negara yang ikut menyuarakan kecaman tersebut adalah Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan dan Spanyol.
Kesepuluh negara menilai, aksi tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional, karena menyasar kapal sipil yang membawa misi kemanusiaan.
“Mengutuk keras serangan Israel yang kembali terjadi terhadap Armada Global Sumud, sebuah inisiatif kemanusiaan sipil damai yang bertujuan untuk menarik perhatian internasional terhadap penderitaan kemanusiaan rakyat Palestina,” bunyi pernyataan bersama sepuluh negara, mengutip X @Kemlu_RI, Selasa, 19 Mei 2026.
Kesepuluh negara juga menyoroti rekam jejak intervensi Israel terhadap armada serupa yang berlayar pada perairan internasional. Mereka menilai, tindakan tersebut menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan kapal sipil dan para aktivis kemanusiaan yang terlibat.
“Para menteri mengingat, dengan kekhawatiran yang mendalam intervensi Israel terhadap armada-armada sebelumnya di perairan internasional dan mengutuk kelanjutan tindakan-tindakan bermusuhan yang menargetkan kapal-kapal sipil dan aktivis kemanusiaan,” lanjutnya.
Para menteri luar negeri juga menegaskan, penyerangan terhadap kapal sipil dan penahanan aktivis secara sepihak melanggar hukum internasional. Mereka menilai, tindakan tersebut memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza.
“Serangan-serangan semacam itu, termasuk penyerangan terhadap kapal-kapal dan penahanan sewenang-wenang terhadap aktivis, merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional,” tegasnya.
Kesepuluh negara juga meminta Israel segera membebaskan seluruh aktivis yang ikut dalam armada tersebut, serta menjamin keselamatan dan martabat mereka sebagai warga sipil dalam misi kemanusiaan.
Sembilan WNI Ditangkap
Militer Israel menghentikan perjalanan armada bantuan tersebut pada Senin, 18 Mei 2026, setelah kapal berangkat dari Turki pekan lalu. Dalam operasi itu, sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi menuju Gaza juga ikut ditahan.
Delegasi Indonesia berasal dari sejumlah lembaga kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Spirit of Aqsa, dan SMART 171. Selain relawan kemanusiaan, beberapa jurnalis nasional juga ikut dalam pelayaran tersebut, termasuk wartawan dari Republika, Tempo, iNewsTV, Berita1, dan CNN.
Berikut daftar sembilan WNI yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza:
- Herman Budianto Sudarsono dari GPCI-Dompet Dhuafa dalam Kapal Zapyro;
- Ronggo Wirasanu dari GPCI-Dompet Dhuafa dalam Kapal Zapyro;
- Andi Angga Prasadewa dari GPCI-Rumah Zakat dalam Kapal Josef;
- Asad Aras Muhammad dari GPCI-Spirit of Aqsa dalam Kapal Kasr-1;
- Hendro Prasetyo dari GPCI-SMART 171 dalam Kapal Kasr-1;
- Bambang Noroyono dari Republika dalam Kapal BoraLize;
- Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika dalam Kapal Ozgurluk;
- Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo dalam Kapal Ozgurluk;
- Rahendro Herubowo dari iNewsTV, Berita1, dan CNN dalam Kapal Ozgurluk.
Hingga kini, keberadaan para WNI bersama armada GSF masih menjadi perhatian, setelah militer Israel melakukan pencegatan terhadap kapal-kapal bantuan Gaza. (*)



