Dispar Lombok Tengah Janji Perketat Pengawasan Usai Wisatawan Keluhkan Dugaan Pungli
Lombok Tengah (NTBSatu) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Tengah merespons keluhan wisatawan terkait dugaan pungutan liar (pungli) dan persoalan tata kelola di kawasan wisata selatan Lombok Tengah.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Muhammad Hatta mengatakan, keluhan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembenahan tata kelola destinasi wisata.
Menurutnya, pembenahan ini dengan tetap mengedepankan pembinaan dan pengawasan bersama sejumlah pihak yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan wisata.
“Momen ini jadi kita harus percepat pembenahan tata kelola, sambil kita tetap pembinaan, pengawasan, sama desa, camat, ITDC dan pengelola,” kata Hatta Senin, 17 Agustus 2026.
Terkait penarikan uang parkir yang wisatawan keluhkan, Hatta menjelaskan pihak yang melakukan aktivitas tersebut merupakan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa tersebut.
Ia juga menjelaskan, kawasan di atas Bukit Seger berada di atas lahan milik warga. Karena itu, pemerintah perlu melibatkan berbagai pihak dalam proses penataan dan pengawasan kawasan tersebut.
“Yang meminta parkir di situ itu Pokdarwis, karena di atas Bukit Seger itu milik warga,” ujarnya.
Lakukan Pengawasan dan Pembinaan
Hatta menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam terhadap persoalan yang muncul di kawasan wisata. Pemerintah desa bersama kecamatan, dan pengelola hingga pihak terkait akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan.
Pembenahan tata kelola tersebut penting agar aktivitas pariwisata tetap berjalan dengan baik, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi wisatawan yang berkunjung.
Sebelumnya, seorang wisatawan bernama Rika Yeo mengeluhkan pengalaman saat mengunjungi kawasan perbukitan di wilayah Kuta, Lombok Tengah. Ia mengaku diminta membayar parkir dan pungutan lain dengan nominal yang menurutnya tidak sesuai dengan karcis yang diberikan.
Selain persoalan pungutan, Rika juga menyoroti masalah sampah dan keamanan wisatawan. Ia mengaku mengalami catcalling serta mendapat peringatan dari warga agar tidak bepergian sendirian pada malam hari.
Meski demikian, Rika tetap mengapresiasi keindahan alam Lombok Tengah dan keramahan masyarakat lokal. Ia berharap pemerintah segera membenahi tata kelola destinasi agar wisatawan dapat menikmati kawasan wisata dengan lebih nyaman dan aman. (*)




