KesehatanKota Bima

Kasus Campak Masih Banyak Ditemukan di Kota Bima

Kota Bima (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima mencatat, kasus suspek campak di Kota Bima mengalami kenaikan.

Temuan pertama pada November 2025 lalu dengan 19 suspek. Kemudian, naik menjadi 30 kasus pada Desember 2025, lalu melesat drastis hingga 161 kasus pada Januari 2026. Tren peningkatan terus berlanjut hingga menyentuh angka 333 kasus suspek pada pertengahan Februari 2026.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Bima memperketat pengawasan lingkungan di sekitar rumah penderita campak. Hal ini guna menekan laju penularan.

IKLAN

“Langkah ini berfokus pada pemeriksaan saniter pemukiman sekaligus pemberian edukasi pola hidup sehat kepada keluarga pasien,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menegaskan, penanganan campak tidak boleh hanya berorientasi pada penyembuhan pasien, tetapi juga wajib menyasar kondisi lingkungan tempat tinggalnya.

“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan lingkungan rumah penderita tetap sehat, sehingga tidak menjadi faktor yang meningkatkan risiko penularan campak. Pengendalian penyakit tidak hanya berfokus pada pasien, tetapi juga lingkungan tempat tinggalnya,” tegasnya

Dalam pelaksanaannya, tim dari Program Penyehatan Lingkungan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan (P3PL) menerjunkan petugas langsung ke lapangan. 

Petugas mengevaluasi kondisi fisik rumah, meliputi kecukupan pencahayaan, kualitas ventilasi, sirkulasi udara, hingga kebersihan sanitasi. Selain itu, petugas menggali informasi dari keluarga pasien untuk memetakan potensi risiko penularan.

Ahmad mengingatkan, virus campak menyebar sangat cepat melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Oleh karena itu, penerapan protokol kesehatan di tingkat keluarga menjadi krusial.

“Petugas juga memberikan edukasi kepada keluarga agar menjaga kebersihan rumah, rutin mencuci tangan, memastikan sirkulasi udara berjalan baik, serta menghindari kontak dekat dengan penderita jika tidak perlu,” lanjutnya.

Gencarkan Imunisasi MR

Di samping pembenahan lingkungan, Dikes Kota Bima mendorong warga untuk melengkapi status imunisasi Measles Rubella (MR) anak-anak. Imunisasi merupakan benteng pertahanan utama untuk membendung penularan secara massal.

“Kami mengimbau masyarakat memastikan anak-anak telah mendapatkan imunisasi MR sesuai jadwal. Cakupan imunisasi yang baik menjadi kunci mencegah munculnya kasus baru,” ujar Ahmad.

Langkah masif ini merespons menghadapi situasi sekarang. Dikes Kota Bima berkomitmen menjaga kewaspadaan penuh melalui strategi penanganan terpadu. Hal tersebut memadukan perawatan medis, pemantauan sanitasi, dan pemberian imunisasi.

“Kami ingin memastikan upaya pencegahan secara menyeluruh, mulai dari penanganan pasien, pengawasan lingkungan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat. Dengan cara itu, harapannya dapat menekan risiko penularan campak dapat,” pungkas Ahmad. (*)

Artikel Terkait