Mengenal KMP Putri Yasmin: Spesifikasi, Sejarah dan Rekam Jejak Armada Selat Lombok
Mataram (NTBSatu) – KMP Putri Yasmin adalah kapal motor penumpang jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) berbendera Indonesia. Ia melayani rute penyeberangan antarpulau di wilayah perairan Indonesia Timur.
KMP Putri Yasmin mengemban peran strategis sebagai salah satu armada angkutan penyeberangan utama di lintasan Selat Lombok. Kapal ini menghubungkan Pelabuhan Padangbai di Bali dengan Pelabuhan Lembar di Lombok. Tujuannya untuk menopang kelancaran mobilitas penumpang serta distribusi logistik antarpulau.
Berdasarkan data MarineTraffic, KMP Putri Yasmin tercatat beroperasi di bawah manajemen PT Jamrud Utama Nusantara serta jaringan PT Jemla Ferry. Kapal ini memiliki tanda panggil (call sign) YDGJ, nomor IMO 9037575, serta nomor MMSI 525010084. Kehadiran armada ini menjadi salah satu tulang punggung logistik kawasan Nusa Tenggara.
Spesifikasi Teknis dan Kapasitas Angkut
Secara fisik, KMP Putri Yasmin memiliki panjang keseluruhan (LOA) 58,50 hingga 60 meter dan lebar (beam) 11,50 hingga 13 meter. Kapal memiliki ukuran bobot kotor (gross tonnage/GT) sebesar 1.229 hingga 1.790 GT, tonase bersih 412 NT. Selanjutnya, kedalaman benaman air (draft) sekitar 2,80 meter.
Ukuran ini memungkinkan kapal bersandar dengan aman di dermaga penyeberangan Padangbai maupun Lembar. Sebagai kapal jenis Ro-Ro, pengelola melengkapi KMP Putri Yasmin dengan pintu rampa (ramp door) di bagian depan dan belakang.
Fitur ini mempercepat proses bongkar muat kendaraan logistik maupun kendaraan pribadi. Dua unit mesin diesel utama menggerakkan kapal ini hingga mencapai kecepatan jelajah rata-rata 7 hingga 9 knot dan kecepatan maksimum 10 knot.
Dalam satu kali pelayaran, ruang muat kapal sanggup menampung ratusan penumpang, belasan truk sedang, serta puluhan kendaraan roda dua dan roda empat. Awak kapal juga menyediakan fasilitas ruang penumpang ber-AC, ruang ekonomi, musala, ruang kesehatan, restorasi, serta area geladak terbuka.
Sejarah dan Rekam Jejak Pelayaran
Industri galangan kapal meluncurkan armada ini pertama kali pada tahun 1992. Sebelum memakai nama KMP Putri Yasmin, kapal ini mengarungi lautan internasional dengan nama Essa Maru hingga tahun 2005, kemudian berganti nama menjadi Bougainvillea hingga tahun 2011.
Pada Maret 2011, pengelola resmi mengubah nama kapal menjadi KMP Putri Yasmin dan mengoperasikannya untuk melayani rute domestik di Indonesia, khususnya Bali-Lombok.
Kapal ini tercatat telah melewati pemeriksaan uji kelaiklautan pada Juni 2026 yang mencakup aspek keselamatan pelayaran, kelaikan teknis, dan perlindungan lingkungan maritim.
Pada Rabu, 12 Agustus 2026 dini hari (sekitar pukul 04.20 Wita), KMP Putri Yasmin mengalami insiden kebakaran di perairan Selat Lombok saat melakukan pelayaran dari Pelabuhan Padangbai menuju Lembar.
Sebanyak 144 penumpang dievakuasi dengan selamat melalui bantuan tim SAR gabungan serta kapal penyeberangan lain (KMP Port Link II) yang berada di sekitar lokasi kejadian. (*)




