AdvertorialPendidikan

Mahasiswa KKN Unram Kuatkan Identitas Desa Teniga melalui Pembuatan Buku Sejarah, Wisata Dan Gastronomy

Mataram (NTBSatu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) menyerahkan tiga buku yang menjadi program kerja utama mereka kepada Pemerintah Desa Teniga. Penyerahan tersebut berlangsung pada malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Teniga ke-22.

Tiga buku yang disusun tersebut terdiri atas Buku Sejarah dan Tradisi Desa Teniga, Buku Profil dan Wisata Desa Teniga, serta Buku Gastronomi Desa Teniga.

Penyusunan ketiga buku ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa KKN PMD Unram dalam upaya memperkuat identitas, mendokumentasikan sejarah, serta memperkenalkan potensi Desa Teniga kepada masyarakat luas.

IKLAN

Program penyusunan buku ini merupakan kelanjutan dari buku sejarah Desa Teniga yang sebelumnya telah disusun oleh mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram pada tahun 2025. Pada periode KKN tahun 2026, hasil tersebut kemudian dikembangkan dan disempurnakan dalam bentuk guidebook yang mencakup sejarah dan tradisi, profil dan wisata, serta gastronomi Desa Teniga.

Proses penyusunan ketiga buku tersebut telah dimulai sejak minggu pertama pelaksanaan KKN. Dalam prosesnya, mahasiswa melakukan pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber untuk memastikan informasi yang disajikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Penyusunan buku juga mendapat antusiasme dan dukungan dari masyarakat Desa Teniga, khususnya para tokoh yang memiliki pengetahuan mengenai sejarah dan kehidupan desa.

Sejumlah tokoh turut terlibat dalam proses penyusunan, di antaranya tokoh adat, tokoh pemuda, serta para pelaku dan saksi sejarah Desa Teniga. Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam proses penggalian informasi, terutama terkait sejarah, tradisi, budaya, potensi wisata, hingga kekayaan kuliner yang dimiliki Desa Teniga.

Sebagai program kerja utama mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram tahun 2026, penyerahan buku dilakukan secara langsung kepada pihak desa dan bertepatan dengan malam puncak perayaan HUT Desa Teniga ke-22. Penyerahan tersebut juga dilakukan bersama Ketua KKN PMD Unram tahun 2025 sebagai bentuk kesinambungan program penyusunan buku yang telah dimulai pada periode sebelumnya.

“Kami ingin buku ini dapat menjadi hadiah pada ulang tahun Desa Teniga yang ke-22,” ujar Kepala Desa Teniga, Muhammad Yusup, S.E, Kamis, 13 Agustus 2026.

Penyerahan buku tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan manfaat yang dapat terus digunakan masyarakat, bahkan setelah masa pelaksanaan KKN berakhir. Keberadaan buku diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan sejarah, budaya, potensi wisata, serta kekayaan gastronomi Desa Teniga kepada generasi berikutnya.

Selain diserahkan kepada Pemerintah Desa Teniga, ketiga buku tersebut juga direncanakan untuk diberikan kepada sekolah-sekolah yang berada di Desa Teniga dalam bentuk soft file. Buku tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran tambahan bagi siswa, khususnya dalam mengenal sejarah, tradisi, budaya, serta potensi yang terdapat di lingkungan tempat tinggal mereka.

Untuk memperkuat perlindungan terhadap karya yang telah disusun, ketiga buku tersebut juga direncanakan untuk didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Langkah ini diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap karya sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap proses panjang yang telah dilakukan oleh mahasiswa bersama masyarakat Desa Teniga.

Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh tokoh serta masyarakat yang telah memberikan dukungan selama proses penyusunan buku. Keterlibatan dan keterbukaan para narasumber menjadi bagian penting dalam memastikan informasi yang dihimpun dapat disusun secara utuh dan sesuai dengan kondisi Desa Teniga.

Dengan diserahkannya ketiga buku tersebut, program kerja utama mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram tahun 2026 secara resmi telah terlaksana. Lebih dari sekadar hasil karya mahasiswa, ketiga buku tersebut diharapkan dapat menjadi arsip pengetahuan dan identitas Desa Teniga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, sekolah, maupun generasi mendatang. (*)

Artikel Terkait