MUI NTB Apresiasi Polda Ungkap Kasus Narkoba Lewat Operasi Rinjani Antik
Mataram (NTBSatu) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kepolisian Daerah NTB. Hal ini atas keberhasilan mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dalam Operasi Rinjani Antik 2026.
Ketua MUI NTB, Dr. TGH. H. Badrun, menilai langkah tegas kepolisian menjadi sinyal kuat komitmen penegakan hukum di wilayah NTB.
”Ketua Umum MUI Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras Direktur Narkoba Polda NTB,” ujarnya kepada NTBSatu pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Sebelumnya, pengungkapan kasus ini mengemuka setelah Polda NTB menggelar Operasi Antik Rinjani 2026 sejak 27 Juli hingga 9 Agustus 2026. Dalam rentang waktu dua pekan tersebut, Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB beserta Satuan Reserse Narkoba jajaran polres berhasil mengungkap 129 kasus dan mengamankan 178 tersangka.
Kepolisian juga menyita barang bukti berupa 488,53 gram sabu, 5,5 kilogram ganja, magic mushroom, serta uang tunai Rp173,7 juta. Selanjutnya, di antara para tersangka, tiga oknum anggota polisi turut terjerat dan kini menjalani penempatan khusus serta proses hukum.
Pengungkapan Kasus dan Penegakan Hukum
Badrun menilai, penindakan tanpa pandang bulu terhadap para pelaku, termasuk oknum aparat, merupakan langkah nyata dalam membersihkan wilayah NTB dari jeratan narkotika.
Keberhasilan menyita barang bukti dan menangkap puluhan target operasi membuktikan keseriusan aparat penegak hukum di lapangan.
”Polda NTB telah berhasil menangkap bahkan menyita beberapa barang bukti. Kami memberikan penghargaan terhadap kerja keras Direktur Narkoba Polda Nusa Tenggara Barat,” tegasnya.
Badrun juga menegaskan pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada operasi berkala semata. Penanganan yang konsisten dan menyasar hingga ke akar rumput menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.
Kolaborasi Masyarakat dan Peran Orang Tua
Selain memuji kinerja kepolisian, Ketua MUI NTB menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemberantasan peredaran narkoba membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk membantu tugas aparat keamanan.
”Saya mengajak juga masyarakat untuk membantu, bekerja sama, berkolaborasi dengan aparat keamanan untuk bersama-sama memberantas penyebaran maupun narkoba di NTB,” tambahnya.
Secara khusus, MUI NTB menyoroti peran vital keluarga. Orang tua memegang posisi sentral dalam membentengi anak-anak dan generasi penerus dari ancaman barang berbahaya yang merusak fisik serta mental.
”Khususnya kepada orang tua untuk menjaga dan melindungi anak-anak mereka dan keturunannya, jangan sampai terjangkit dengan narkoba maupun barang-barang yang merusak akal dan fisik,” pungkasnya.
MUI NTB berkomitmen terus mendukung langkah kepolisian melalui edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memastikan generasi masa depan NTB terbebas dari bahaya narkotika. (*)




