Uji Emisi Mesin Masaro TPST Senteluk, DLH Lombok Barat Temukan Masalah Sirkulasi Air
Lombok Barat (NTBSatu) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Barat menguji emisi mesin Manajemen Sampah Zero (Masaro) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Senteluk, Kecamatan Batulayar.
Uji emisi tersebut bertujuan memastikan mesin pengolah sampah berkapasitas 20 ton per hari itu tidak menimbulkan polusi baru saat beroperasi secara optimal.
Pengujian melibatkan tim gabungan dari DLH Lombok Barat, Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusparpal), dan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pedal) Regional Bali.
Sekretaris DLH Kabupaten Lombok Barat, Masri Juan Hardi mengatakan, pemerintah daerah menyiapkan anggaran Rp138 juta untuk pelaksanaan uji emisi secara menyeluruh.
Pengujian berlangsung di dua lokasi, yakni Pusat Daur Ulang (PDU) Lingsar dan TPST Senteluk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.
Menurut Masri, tim menguji sejumlah indikator untuk memastikan mesin Masaro memenuhi standar baku mutu lingkungan. Pengujian mencakup aspek emisi, kualitas udara, dan air.
“Kalau mesin ini sudah memenuhi baku mutu standar Kementerian Lingkungan Hidup, kami baru mengoperasikannya secara optimal sambil menunggu koordinasi,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 11 Agustus 2026.
Tiga Parameter Penuhi Standar
Masri menjelaskan, tim gabungan melaksanakan uji emisi setelah menyelesaikan tahap optimalisasi mesin bersama pihak penyedia. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum mesin menjalani pengujian emisi dan uji kapasitas.
Pada hari pertama pengujian, Senin, 10 Agustus 2026, tim mengevaluasi empat parameter utama. Parameter tersebut meliputi karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), kualitas udara, dan kualitas air.
Hasil evaluasi menunjukkan tiga parameter telah memenuhi standar baku mutu nasional. Namun, tim masih menemukan kendala teknis pada sirkulasi air dalam sistem wet scrubber.
Kondisi tersebut membuat parameter air belum memenuhi standar yang ditetapkan. Tim teknis kemudian mengulangi pengujian khusus terhadap parameter air pada hari kedua.
Masri mengatakan, pengujian lanjutan sekaligus memastikan kondisi sistem pengolahan emisi berjalan sesuai ketentuan sebelum mesin beroperasi secara penuh.
Produk Olahan Sampah Gratis
DLH Lombok Barat berjanji mengumumkan seluruh hasil pengujian emisi secara terbuka kepada masyarakat dan pihak terkait.
Jika seluruh indikator memenuhi standar baku mutu, mesin Masaro akan beroperasi secara maksimal untuk mengolah puluhan ton sampah setiap hari.
Selain mengurangi volume sampah, fasilitas tersebut juga menghasilkan sejumlah produk turunan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.
DLH Lombok Barat berencana membagikan produk hasil pengolahan sampah secara gratis untuk uji coba pemanfaatan oleh masyarakat.
“Kami nantinya akan memberikan hasil pengelolaan sampah, seperti kompos, pestisida cair, dan pestisida buah, kepada masyarakat untuk uji coba pemanfaatan,” tutupnya. (Japriani)




