Lombok Timur Segera Punya Mal, Investor Jakarta Mulai Jajaki Investasi
Lombok Timur (NTBSatu) – Kabupaten Lombok Timur bakal memiliki pusat perbelanjaan atau mal baru. Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin mengungkapkan, seorang investor asal Jakarta mulai menjajaki rencana pembangunan mal di kawasan sekitar PTC.
Ia mengatakan, rencana tersebut muncul dari komunikasi antara pemilik lahan dengan calon investor dari Jakarta. Pemilik lahan, kata dia, ingin menggandeng investor lain untuk mengembangkan kawasan tersebut.
“Sudah ada rencana. Mudah-mudahan dia cepat. Mereka akan lakukan komunikasi terus sekarang,”ujarnya, Senin, 10 Agustus 2026.
Menurutnya, calon investor juga tengah melakukan pembahasan di Jakarta untuk mematangkan rencana pembangunan. Pemerintah daerah membuka peluang investasi tersebut selama pengembang memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Lokasinya di sebelahnya PTC. Itu bukan milik kita, milik pribadi orang,” ujarnya.
H. Iron, sapaan arab Bupati menjelaskan, kawasan tersebut memiliki peluang untuk berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru. Karena itu, ia mendorong konsep pembangunan yang tidak hanya mengandalkan aktivitas perdagangan.
Akan Hadirkan Sejumlah Fasilitas
Ia menyebut, calon pengembang perlu menghadirkan sejumlah fasilitas pendukung agar mal mampu menarik masyarakat dan menggerakkan ekonomi daerah.
“Harus ada hotelnya, harus ada premiere-nya, adanya bioskop segala macam. Harus ada ruangan pertemuan dan sebagainya,” jelasnya.
Selain fasilitas hiburan dan pertemuan, Haerul juga meminta pengembang menyediakan area kuliner yang cukup banyak.
Menurutnya, keberadaan berbagai fasilitas tersebut dapat membuat masyarakat memiliki lebih banyak alasan untuk datang dan menghabiskan waktu di kawasan tersebut.
“Dan harus banyak kuliner di situ. Supaya teman-teman wartawan banyak makan di sana,” ujarnya sembari berseloroh.
H. Iron menilai, kehadiran mal dapat memperluas pilihan masyarakat Lombok Timur untuk berbelanja dan menikmati hiburan tanpa harus keluar daerah. Di sisi lain, investasi tersebut juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitar lokasi.
Meski demikian, rencana tersebut masih berada pada tahap komunikasi antara pemilik lahan dan calon investor.
Ia menyebut, pihak investor akan melanjutkan pembahasan untuk memastikan rencana pembangunan dapat berjalan.
Ia juga memastikan lokasi rencana pembangunan bukan berada pada aset pemerintah daerah. Lahan tersebut merupakan milik pribadi dan berada di sekitar kawasan PTC. (*)




