ARRC Mandalika Jadi Ladang Cuan bagi Pelaku UMKM
Lombok Tengah (NTBSatu) – Gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit ikut membawa dampak bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi. Pedagang mengaku penjualan meningkat sejak event balap berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Salah satunya Marni, pedagang yang menjajakan nasi campur dan sate ayam di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika. Ia mengaku, jumlah pembeli meningkat karena banyak pengunjung dari luar daerah yang datang menyaksikan ARRC.
“Alhamdulillah, lebih ramai sekarang. Banyak yang dari luar daerah datang ke sini, jadinya ramai,” kata Marni, kepada NTBSatu, Minggu 9 Agustus 2026.
Menu yang ia jual antara lain nasi campur dan sate lontong. Namun, sate ayam dengan bumbu kacang menjadi menu yang paling banyak diminati pembeli.
“Saya dagang nasi campur sama sate lontong, tapi yang primadona ini satenya,” ujarnya.
Menurut Marni, pembeli dari luar daerah justru cukup banyak yang mencoba dagangannya.
“Lebih banyak dari yang luar daerah sih”, ujarnya.
Marni mengatakan, peningkatan pendapatan terasa sejak hari pertama ARRC berlangsung. Pendapatan pada Jumat berbeda dengan Sabtu, begitu juga pada Minggu.
“Mulai dari hari Jumat pendapatannya beda, Sabtu beda, sekarang juga beda,” katanya.
Dari tiga hari pelaksanaan ARRC, Minggu menjadi hari paling ramai bagi dagangannya. “Yang paling banyak hari ini,” ujarnya.
Ia juga sudah beberapa kali berjualan saat event besar di kawasan Mandalika, termasuk MotoGP tahun lalu dan berencana untuk ikut lagi tahun ini.
“Saya rencana akan ikut juga di event MotoGP tahun ini,” katanya.
Menurut Marni, keberadaan event balap di Mandalika memberikan keuntungan lebih dari sekadar peningkatan penjualan. Ia bisa bertemu dan berinteraksi dengan pengunjung dari berbagai daerah.
“Saya sebagai orang NTB bangga ada Sirkuit Mandalika. Pendapatan kita jadi lebih meningkat,” ujarnya.
“Pengalamannya lebih banyak lagi, bisa kenal sama orang-orang luar, itu utamanya.”
Bayar Rp1,5 Juta untuk Tiga Hari
Untuk berjualan selama gelaran ARRC, Marni mengeluarkan biaya Rp1,5 juta untuk sewa stand selama tiga hari.
Ia menyebut nominal itu masih cukup terasa bagi pedagang. Namun, Marni memilih mengikuti ketentuan yang berlaku agar tetap bisa berjualan selama event berlangsung.
“Ya lumayan, tapi harus ikut peraturannya kan,” katanya.
Marni berharap event-event besar di Mandalika semakin sering digelar. Menurutnya, semakin banyak event berarti semakin banyak pula kesempatan bagi UMKM lokal untuk mendapatkan penghasilan dan mengenalkan produk kepada pengunjung dari luar daerah.
“Harapannya ke depan acaranya lebih banyak di Mandalika, supaya kita sebagai UMKM bisa terlibat langsung,” harapnya. (*)




