Atasi Kemacetan Rembiga, Pemkot Mataram Uji Coba Jalan Satu Arah Tanpa Lampu Merah
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram akan menguji Sistem Satu Arah (SSA) tanpa lampu merah untuk mengurai kemacetan kawasan Rembiga. Uji coba berlangsung pada 10–17 Agustus 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin mengatakan, volume kendaraan yang melintasi Simpang 4 Rembiga terus meningkat. Kondisi tersebut memicu antrean panjang, terutama saat jam sibuk pagi, siang, dan sore, hingga arah Gunungsari dan Simpang Auri.
“Antrean kendaraan di Simpang 4 Rembiga saat ini sudah sangat panjang hingga ke arah Gunungsari dan Simpang Auri. Karena itu, kita terapkan rekayasa jalan satu arah tanpa lampu merah untuk melancarkan arus lalu lintas,” ujar Zulkarwin, Rabu, 5 Agustus 2026.
Uji Coba Selama Seminggu
Melalui rekayasa tersebut, petugas memberlakukan sistem satu arah sepanjang Jalan Dakota, Jalan Dr. Wahidin, dan Jalan Adi Sucipto. Petugas juga menutup Simpang 4 Rembiga menggunakan water barrier serta mematikan lampu lalu lintas (APILL) selama masa uji coba.
Pengendara yang hendak berputar arah dapat memanfaatkan U-turn sekitar 100–200 meter sebelah timur Simpang Rembiga.
“Kami akan menggelar sosialisasi pada 5–9 Agustus 2026, kemudian memulai uji coba lapangan pada 10 Agustus,” tambah Zulkarwin.
Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram akan memperlebar ruas jalan sekitar Simpang Dakota, Simpang Auri, dan area putar balik. Pemkot juga akan menata ulang tiang utilitas serta pulau jalan yang menghambat ruang belok bus dan truk.
Zulkarwin juga mengimbau masyarakat mematuhi aturan lalu lintas selama uji coba berlangsung. Langkah tersebut bertujuan untuk mengukur efektivitas rekayasa lalu lintas dalam mengurangi kemacetan di kawasan Rembiga.
“Kami mengimbau masyarakat memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas selama uji coba berlangsung. Setelah itu, kami akan mengevaluasi hasilnya untuk melihat seberapa efektif rekayasa ini mengurangi kemacetan kawasan Rembiga,” tutup Zulkarwin. (*)




