Permukiman Padat Hambat Program Tempah Dedoro
Mataram (NTBSatu) – Keterbatasan lahan masih menjadi kendala pelaksanaan program Tempah Dedoro Kecamatan Cakranegara.
Meski demikian, pemerintah kecamatan telah membangun 659 lubang resapan untuk sampah organik tersebut dari target 730 titik.
Camat Cakranegara, Irfan Syafindra mengatakan, hambatan utama bukan kurangnya dukungan masyarakat, melainkan minimnya ruang pada sejumlah kawasan padat seperti Karang Tapen, Karang Jangkong, dan Karang Kemong.
“Kendalanya murni lahan. Jangankan membuat Tempah Dedoro, parkir motor saja kadang susah. Karena itu, kuota yang tidak terpenuhi kami alihkan ke lingkungan yang lahannya masih memungkinkan,” ujarnya, Senin, 3 Agustus 2026.
Sebagai solusi, kecamatan Cakranegara memanfaatkan pekarangan bersama. Lahan yang digunakan dua hingga empat kepala keluarga (KK) akan dijadikan lokasi pembangunan Tempah Dedoro jika masih tersedia ruang.
Hingga kini, 659 titik telah rampung melalui anggaran pemerintah yang ke setiap lingkungan.
“Masih tahap sosialisasi dan pendataan. Rata-rata setiap lingkungan mendapat alokasi 10 titik. Misalnya Kelurahan Cilinaya memiliki 10 lingkungan, maka targetnya sekitar 100 titik,” jelas Irfan.
Selain anggaran pemerintah, kecamatan juga mendorong pemilik indekos dan hotel membangun Tempah Dedoro secara swadaya.
“Yang pakai dana daerah sudah terdata. Berikutnya kami dorong pemilik kos dan hotel menyediakan fasilitas pengelolaan sampah mandiri. Data swadaya nanti kami rekap tersendiri,” katanya.
Menurut Irfan, para pelaku usaha menyambut baik program tersebut dan tidak ada penolakan. Kecamatan Cakranegara optimistis target 730 titik segera tercapai seiring dukungan masyarakat dan pelaku usaha, meski keterbatasan lahan masih menjadi tantangan. (*)




