Lombok Tengah

Mediasi Guru BP Gagal Redam Konflik, Siswa MAN 1 Praya Tawuran di Depan Sekolah

Lombok Tengah (NTBSatu) – Mediasi yang dilakukan guru Bimbingan dan Konseling (BP) MAN 1 Praya belum mampu meredam konflik antarsiswa. Usai menjalani pembinaan di sekolah, sejumlah siswa justru kembali terlibat tawuran di depan MAN 1 Praya, kawasan Biao, Kecamatan Praya, Jumat, 31 Juli 2026.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Tengah, Zaenal Mustakim mengatakan, peristiwa tersebut tidak melibatkan pelajar dari sekolah lain. Tawuran hanya terjadi antarsiswa MAN 1 Praya yang sebelumnya sudah menjalani mediasi di sekolah.

“Informasi yang kami terima, itu hanya siswa MAN 1 Praya saja. Tidak melibatkan sekolah lain,” kata Zaenal kepada NTBSatu, Jumat, 31 Juli 2026.

IKLAN

Ia menjelaskan, Satpol PP sebenarnya telah melakukan pengamanan di sejumlah titik rawan pada jam pulang sekolah selama sepekan terakhir. Pengamanan juga berlangsung pada Jumat siang di sekitar lokasi kejadian.

Namun, petugas meninggalkan lokasi setelah situasi aman dan memasuki waktu persiapan Salat Jumat. Tidak lama berselang, tawuran justru pecah.

“Kami sudah sekitar satu minggu melakukan pengamanan pada jam-jam rawan pulang sekolah. Tadi anggota mengira semua siswa sudah pulang sehingga kembali untuk persiapan Salat Jumat. Ternyata setelah anggota pergi, baru terjadi kejadian itu,” ujarnya.

Zaenal mengaku sempat terkejut mengetahui adanya tawuran karena personelnya baru saja melakukan pengamanan di lokasi tersebut.

Ia juga menyebut Satpol PP belum menerima laporan resmi mengenai kronologi lengkap kejadian.

Meski demikian, hasil koordinasi dengan pihak sekolah menunjukkan para siswa yang terlibat sempat menjalani mediasi dan pembinaan oleh guru BP sebelum akhirnya kembali bertikai di luar lingkungan sekolah.

“Mereka tadi sempat dimediasi dan dibina oleh guru BP. Setelah selesai, baru kejadian itu terjadi di luar sekolah,” jelasnya.

Karena insiden berlangsung setelah personel meninggalkan lokasi, Satpol PP tidak mengamankan pelajar yang terlibat tawuran tersebut.

Zaenal memastikan Satpol PP tetap melanjutkan pengamanan pada jam-jam rawan pulang sekolah sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.(*)

Artikel Terkait