Tergiur Gaji Tambang, Pemuda KSB Enggan Kelola Wisata Kerakyatan
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat memacu pengembangan potensi wisata kerakyatan. Namun, upaya pemerintah daerah ini menghadapi kendala serius dari ketersediaan sumber daya manusia.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat menargetkan sektor pariwisata sebagai penopang ekonomi baru. Sayangnya, pemuda setempat kurang berminat mengelola potensi wisata daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) KSB, Nurdin Rahman S.E., mengonfirmasi kesiapan konsep pengelolaan pariwisata tersebut. Namun, pihak dinas kesulitan menghimpun anak muda sebagai penggerak lapangan.
“Pengelolaan wisata kerakyatan membutuhkan kerja kolektif antara pemuda dan masyarakat,” ujar Nurdin, Kamis, 30 Juli 2026.
Nurdin menceritakan pengalaman tim dinas saat mengumpulkan para pemuda lokal. Pihak dinas kehilangan kontak pembinaan karena mereka beralih profesi.
“Kami sempat mengumpulkan beberapa orang untuk pembinaan,” kata Nurdin.
Para pemuda tersebut mendadak mundur dari kelompok sadar wisata. Mereka memilih melamar pekerjaan pada perusahaan tambang emas. “Saat kami datangi lagi, orangnya sudah bekerja ke tambang,” ungkap Nurdin.
Sektor pertambangan memberikan tawaran penghasilan secara langsung kepada para pekerja. Kondisi finansial ini memikat perhatian generasi muda Sumbawa Barat.
Sebaliknya, usaha pariwisata membutuhkan waktu cukup panjang untuk menghasilkan keuntungan finansial. Sektor ini memerlukan ketabahan serta proses pembinaan secara bertahap.
“Hasil dari pariwisata tidak bisa terlihat hanya satu dua tahun,” tegas Nurdin.
Pemerintah daerah terus mengajak pemuda Sumbawa Barat membangun sektor pariwisata sejak dini. Langkah ini sangat krusial untuk menghadapi masa pascatambang nanti. (*)




