Dinkes Sumbawa Klarifikasi Isu Pustu Tanjung Bele Sepi, Layanan Tetap Jalan
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa menegaskan pelayanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Dusun Tanjung Bele, Desa Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir, tetap berjalan meski sebelumnya sempat terkendala kondisi alam dan keterbatasan tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, Sarip Hidayat menjelaskan, isu Pustu tidak beroperasi muncul karena pada tahap awal fasilitas belum bisa difungsikan secara optimal.
“Waktu itu sebelum puasa atau Lebaran, Pustu sudah siap digunakan dan peralatan sudah mulai kami drop. Tetapi karena air laut naik, petugas tidak bisa ke lokasi,” ungkapnya kepada NTBSatu, Jumat, 17 April 2026.
Ia memastikan, tenaga kesehatan kini sudah memberikan pelayanan di wilayah tersebut. Sejak awal April, perawat rutin melayani masyarakat di Dusun Tanjung Bele.
Menurut Sarip, kondisi geografis memengaruhi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Sebelumnya, masyarakat harus menyeberang untuk mencapai lokasi, sehingga pemerintah membangun Pustu di sana guna memudahkan akses layanan.
Seiring membaiknya akses darat, pemerintah menyesuaikan konsep pelayanan kesehatan dengan kebijakan satu desa satu Pustu, termasuk di Desa Olat Rawa yang menaungi Dusun Tanjung Bele.
“Sekarang sudah bisa lewat darat, meskipun kadang terkendala kalau air laut naik karena jalurnya di pesisir. Jadi pelayanan di Tanjung Bele menggunakan sistem kunjungan,” jelasnya.
Dalam skema tersebut, petugas dari Pustu Olat Rawa rutin mendatangi Tanjung Bele untuk memberikan layanan kesehatan. Saat ini, satu bidan dan satu perawat menangani pelayanan dengan perawat menjalankan kunjungan ke dusun tersebut.
Sarip mengakui jumlah tenaga kesehatan masih terbatas. Namun, pihaknya akan menambah personel melalui rekrutmen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dalam waktu dekat.
“Kalau sudah ada penerimaan BLUD, nanti kita bisa tempatkan petugas, dan tinggal langsung di sana,” katanya.
Ia menegaskan, pelayanan kesehatan di Tanjung Bele tetap berjalan dan akan terus meningkat seiring penambahan tenaga serta perbaikan sistem layanan di lapangan.
“Intinya sudah beroperasi, sudah ada perawat ditugaskan di sana, sistemnya pelayanan berkunjung,” tegasnya. (*)



