Bupati Lombok Timur Minta Peternak Ayam Lepas Ketergantungan pada Elpiji 3 Kilogram
Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur melakukan sosialisasi penggunaan gas elpiji 3 kilogram kepada kelompok peternak ayam, pada Jumat, 17 April 2026.
Pemerintah akan melakukan tindakan tegas, terhadap penyalahgunaan distribusi elpiji subsidi. Langkah ini menjadi tindak lanjut dari kelangkaan pasokan gas dalam beberapa waktu terakhir.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin meminta agar peternak ayam tidak tergantung pada gas subsidi dan mulai beralih pada gas non subsidi.
“Saya berharap mulai saat ini, sedikit demi sedikit diubah dan menggunakan elpiji non-subsidi. Bagi peternakan yang sangat membutuhkan gas elpiji, tolong siapkan tong elpiji non-subsidi, sebelum nanti keluar aturannya,” katanya, Jumat, 17 Agustus 2026.
Keputusan ini menyusul aturan dari Pertamina yang menegaskan, jika kandang ayam bukan bagian yang berhak menggunakan gas elpiji bersubsidi.
Namun, pemerintah tidak menampik jika keberadaan peternak ayam sangat penting bagi stabilitas ekonomi daerah. Sehingga saat ini, pencarian jalan tengah sedang diprioritaskan.
Evaluasi Sasaran
Dari hasil evaluasi, kelangkaan saat ini tidak terjadi pada 2025 lalu. Bupati yakin jika stok dari Pertamina masih aman tanpa ada faktor eksternal yang memengaruhi, termasuk kondisi geopolitik.
Masalah utama justru terletak pada perilaku panic buying atau belanja berlebih yang masyarakat lakukan dan penggunaan gas tidak tepat sasaran. Bukan sekadar sektor pertanian, beberapa sektor lain yang pemerintah larang menggunakan gas melon, seperti hotel, restoran, jasa las, dan binatu.
Haerul Warisin atau Haji Iron menegaskan, jika pemerintah daerah tidak memiliki wewenang untuk mengusulkan penambahan kuota ke pusat dan penentuan agen dan pangkalan juga merupakan kewenangan Pertamina.
Pemkab Lombok Timur menawarkan solusi jangka panjang, dengan mengusulkan pembelian elpiji subsidi harus berdasarkan data desil dan khusus bagi masyarakat yang masuk ke desil satu sampai lima.
Selain itu, Haerul Warisin berkomitmen untuk tetap memposisikan para peternak, sebagai mitra strategis dalam menjaga ketersediaan pangan. “Tanpa peternak, siapa yang akan melayani kebutuhan daging ayam maupun telur,” tegasnya.
Haji Iron berencana memberikan bantuan dalam proses penukaran tabung gas bagi peternak, seperti di Kecamatan Suralaga. Untuk memperketat pengawasan ini, Satgas elpiji turut diterjunkan guna pendistribusian gas subsidi bisa sampai ke tangan masyarakat yang tepat.
Haerul Warisin juga berpesan, agar masyarakat memiliki pemikiran yang sama demi mendukung visi pembangunan daerah. (Inda)



