Sumbawa Barat

DPRD KSB Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Distribusi Minyakita

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Langkah cepat Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) KSB yang mulai mendistribusikan minyak goreng subsidi mendapat pengawalan ketat dari legislatif. Wakil Ketua I DPRD KSB, Badaruddin Duri, menegaskan bahwa intervensi stok di lapangan harus berbarengan dengan pengawasan harga yang mumpuni.

“Jangan sampai pemerintah sudah intervensi tapi tidak ikut mengawasi, sehingga harga tidak bisa dikontrol. Kita ingin harga dari pemerintah itu juga yang sampai ke masyarakat,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa 7 April 2026.

IKLAN

Ia menyoroti anomali pasar di mana harga kebutuhan pokok melonjak meski pemicu seperti kenaikan BBM tidak terjadi. “Harga naik ini karena kelangkaan distribusi. Padahal isu kenaikan BBM tidak jadi, tapi harga tiba-tiba sudah mahal semua. Maka pemerintah harus memastikan komunikasi yang baik dengan produsen,” tambahnya.

Sebelumnya, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) melalui Kabid Perdagangan, Eva, telah turun langsung memantau distribusi 2.880 liter Minyakita melalui delapan kios mitra Bulog. Langkah ini guna mengatasi kekosongan stok minyak premium yang saat ini terjadi di pasar-pasar lokal KSB.

“Hari ini ada 2.880 liter Minyakita yang turun ke gudang Bulog Lamusung untuk disebarkan ke kios mitra,” jelasnya.

Selain minyak, Eva melaporkan harga gula pasir juga naik hingga Rp20.000 per kilogram. Guna meredam harga, Minyakita dibanderol Rp15.700 per liter dengan batasan maksimal 2 liter per orang demi menjamin pemerataan bagi masyarakat.

Proses distribusi di Pasar Tana Mira ini terpantau ketat oleh pihak Dinas bersama Tim Saber dengan target awal 1.400 warga di sekitar pasar. Eva memastikan, akan terus memperluas program intervensi ini hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat KSB secara bertahap. (Andini)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button