Lombok Timur

LKPJ Bupati Lombok Timur 2025 Dapat 14 Catatan Strategis dari Dewan

Mataram (NTBSatu)DPRD Lombok Timur resmi menyetujui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025.

Keputusan tersebut sudah ditetapkan pada Rapat Paripurna X masa sidang II, di Rupatama DPRD Kabupaten Lombok Timur, pada Selasa, 7 April 2026.

IKLAN

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mengatakan saran yang DPRD sampaikan, akan menjadi bahan perbaikan untuk ke depannya.

“Rekomendasi, saran, dan masukan tersebut dapat menjadi bahan perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah ke depan,” katanya.

Melalui laporan gabungan komisi yang dibacakan oleh Saiful Bahri, legislatif memberikan 14 poin rekomendasi krusial, yang mencakup aspek fiskal hingga kesejahteraan sektor agraris.

Salah satu poin terpenting, yakni perlunya reformasi administrasi perpajakan daerah, serta pemutakhiran basis data perpajakan, untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Optimalisasi Fiskal dan Pembangunan

Secara khusus, DPRD meminta pemerintah daerah untuk mempertahankan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pendapatan, sembari melakukan ekstensifikasi pada sumber-sumber potensial baru.

Di samping itu, koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, tentang dana transfer, juga menjadi poin krusial yang menjadi peringatan dewan.

Sedangkan untuk pelaksanaan program tahun berjalan, dewan menekankan kepada pemerintah daerah agar pembangunan fisik dan non fisik tahun 2026. Tujuannya, agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya.

Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan

Pertumbuhan ekonomi di Lombok Timur direkomendasikan untuk fokus pada peningkatan produktivitas pertanian, mengingat daerah ini mengandalkan sektor agraris.

DPRD menegaskan kebijakan pemerintah tidak boleh hanya terpaku pada angka produksi saja, tetapi pada aspek kesejahteraan ekonomi juga.

Ia berharap pemerintah daerah juga bisa merumuskan kebijakan, yang mengarah pada upaya stabilitas harga komoditas pertanian dan nilai tambah bagi petani.

Di samping itu, masalah klasik seperti distribusi pupuk bersubsidi tetap menjadi perhatian serius. Pemda ditekankan mengambil langkah adaptif dan antisipatif, agar akes pupuk untuk petani tetap terjamin.

Mendapatkan belasan rekomendasi, Haerul Warisin berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh masukan. Pelaksanaannya akan terus di bawah DPRD dan masyarakat, guna tata kelola pemerintahan yang lebih baik. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button