Profil Nuryanti, Sosok Srikandi Industrialisasi NTB yang Kini Dipercaya di Pemerintah Pusat
Mataram (NTBSatu) – Nama Nuryanti kembali menjadi sorotan setelah mendapat kepercayaan menjabat sebagai Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Di mana sebelumnya terkena demosi oleh Gubernur Iqbal.
Nuryanti dikenal sebagai birokrat yang vokal dalam mendorong program industrialisasi NTB. Semasa menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian NTB, ia menjadi motor penggerak pengembangan produk lokal hingga mampu bersaing di pasar nasional.
Selama ini, Nuryanti sangat fokus dalam pengembangan ekosistem industri pengelolaan hasil pertanian, dan pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM).
Sebelum menduduki posisi sebagai Kepala Dinas Perindustrian, ia memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman di sektor ekonomi dan industri. Sehingga sempat menjabat di berbagai posisi strategis.
Ia memiliki gelar Magister Ekonomi (ME). Ia terkenal sebagai pejabat dengan landasan akademik yang kuat, dalam memetakan potensi ekonomi daerah.
Karakter tegas dalam mengeksekusi program, membuat Nuryanti menjadi salah satu figur sentral, dalam barisan birokrasi NTB, selama beberapa tahun terakhir.
Penyelamat Ekonomi di Masa Pandemi
Memiliki julukan sebagai Srikandi Industrialisasi, Nuryanti rupanya memiliki peran penting. Saat NTB dihantam pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020.
Di tengah kelangkaan kebutuhan pokok karena pembatasan distribusi,im ia justru menginisiasi pelibatan UMKM secara masif, dalam paket Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.
Dari catatan kinerjanya, ia terbukti berhasil mengonsolidasikan lebih dari 5 UMKM di seluruh NTB, untuk memproduksi masker, minyak kelapa, hingga gula aren, untuk substitusi produk impor yang langka.
Langkah ini berhasil menggerakkan roda ekonomi akar rumput di tengah krisis, di samping menjaga ketersediaan barang selama pandemi.
Setelah masa pandemi terlewat, Nuryanti melanjutkan visi industrialisasi dengan merumuskan strategi jangka panjang, dengan membagi arah industri NTB, ke dalam enam sektor prioritas.
Keenam sektor tersebut, yakni industri pangan dan hulu agro, industri pertambangan, industri ekonomi kreatif, industri permesinan, alat transportasi, dan energi terbarukan, dan industri kimia farmasi, kosmetik, dan alat kesehatan.
Inovasi NTB Mall dan Branding Produk Lokal
Pencapaian yang paling nyata dari jabatannya adalah lahirnya NTB Mall. Platform ini kemudian menjadi rumah bagi ribuan produk lokal, guna menembus pasar ritel modern dan perhotelan.
Nuryanti juga terkenal gigih melakukan komunikasi lintas stakeholder. Tujuannya, agar produk hasil olahan warga NTB memiliki nilai tambah, dan tidak menjualnya dalam bentuk bahan mentah.
Meski memiliki banyak prestasi dalam pemberdayaan industri, kebijakan penyegaran birokrasi yang dilakukan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, membuat posisi Nuryanti tergeser.
Demosi ini juga memicu berbagai tanggapan, khususnya tentang keberlanjutan program industrialisasi, yang identik dengan tangan dingin Nuryanti. (Inda)



