Sumbawa

Pemkab Sumbawa Matangkan Pembangunan Pasar Induk, FS Ditargetkan Rampung Triwulan II

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) mematangkan rencana pembangunan Pasar Induk di belakang Terminal Sumer Payung.

Kepala Dinas KUKM Perindag Sumbawa, E. S Adi Nusantara mengatakan, proyek ini masih memasuki tahap penyusunan Feasibility Study (FS) dan ditargetkan rampung pada akhir Triwulan II tahun 2026. Saat ini, pihaknya tengah mereviu Detail Engineering Design (DED) Pasar Induk yang sudah ada sebelumnya.

IKLAN

“Pasar induk saat ini sedang tahap penyusunan FS, insyaallah di akhir Triwulan II tuntas. Sekalian reviu DED yang sudah ada,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia menjelaskan, Pemkab Sumbawa juga mengoordinasikan langkah teknis secara intensif dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Strategis.

IKLAN

Koordinasi ini mengarah pada pengawalan kesiapan readiness criteria (RC) agar pemerintah pusat dapat merealisasikan pembangunan pada 2027.

IKLAN

“Kami koordinasi intens dengan Kemendag dan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Strategis untuk mengawal kesiapan RC agar bisa dibangun tahun 2027,” katanya.

Terkait anggaran, Adi menyebut Kementerian Perdagangan sebelumnya mengestimasi biaya pembangunan Pasar Induk Sumer Payung di atas Rp20 miliar.

“Menurut Kemendag saat kita konsultasikan dulu, di atas Rp20 miliar,” ujarnya.

Integrasi Pasar dan Penguatan Ekonomi Daerah

Adi menjelaskan Pemkab Sumbawa merancang Pasar Induk sebagai pusat pelayanan perdagangan masyarakat.

Pemkab Sumbawa juga mengintegrasikan pasar ini dengan sektor perikanan melalui kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, termasuk integrasi dengan pasar ikan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Tujuan utamanya pelayanan pasar untuk publik. Kita juga diskusikan integrasi dengan pasar ikan program KKP,” jelasnya.

Pemkab Sumbawa melengkapi Pasar Induk dengan fasilitas penunjang seperti area bongkar muat, gudang penyimpanan termasuk cold storage, kantor pengelola, pos ukur ulang, parkir kendaraan berat, toilet, mushola, area kuliner, bank/ATM, dan sarana pengelolaan limbah.

Pasar Seketeng Disiapkan Jadi Pusat UMKM

Adi juga mengungkapkan Pemkab Sumbawa menyiapkan Pasar Seketeng menjadi pusat UMKM atau mall setelah Pasar Induk beroperasi, dengan membuka peluang kerja sama investor.

“Rencananya Pasar Seketeng kita jadikan pusat UMKM atau mall kalau ada investor yang berminat,” ujarnya.

Ia menegaskan pembangunan Pasar Induk juga mendorong peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Sumbawa.

“Ya tentu dengan adanya pasar induk ini, kita targetkan dapat mendorong peningkatan pendapatan daerah,” katanya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button