HEADLINE NEWSPolitik

Ramai Nama Kandidat, Gerindra Respons Dinamika Pemilihan Ketua DPD NTB

Mataram (NTBSatu) – Dinamika perebutan kursi kepemimpinan Partai Gerindra di tingkat daerah, termasuk di NTB mulai menghangat.

Sejumlah nama mencuat dan disebut-sebut berpeluang memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD), memunculkan spekulasi adanya persaingan internal.

IKLAN

Di NTB, setidaknya ada empat nama yang santer bakal mencoba memgambil peluang memimpin partai besutan Presiden Prabowo Subianto itu.

Ada kader internal hingga figur eksternal dari kalangan birokrat dan purnawirawan aparat penegak hukum. Bahkan dari mereka, informasinya sudah ada yang melakukan pola pendekatan dengan DPP.

IKLAN

Keempat nama yang mencuat tersebut adalah Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, yang juga sebagai Ketua DPD Partai Gerindra NTB. Kedua ada mantan Kapolda NTB, Hadi Gunawan.

IKLAN

Dua lainnya adalah Kepala Daerah aktif saat ini. Di antaranya: Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Serta, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin alias H. Iron.

Menanggapi dinamika tersebut, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Nauvar Furqoni Farinduan memberikan tanggapan.

Ia menyebutkan, isu dinamika di internal DPD Partai Gerindra NTB belum terlalu mencolok. Menyusul hingga saat ini, belum ada tanda-tanda perubahan struktur maupun persaingan internal yang mengemuka di tubuh partai.

“Sejauh yang saya tahu, tidak ada dinamika. Dinamika itu kan konteksnya ada perebutan atau perubahan, sementara ini saya belum mendengar itu di internal,” kata Farin sapaan Sekretaris DPD Gerindra NTB kepada NTBSatu, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia menjelaskan, mekanisme di Partai Gerindra berbeda dengan partai lain, karena menganut sistem komando. Setiap perubahan struktur kepengurusan sepenuhnya menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Kalau di Gerindra, perubahan itu sifatnya perintah. DPP akan langsung mengeluarkan surat keputusan kalau memang ada perubahan kepengurusan,” katanya.

Meski demikian, ia tidak menampik munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut berpotensi memimpin DPD Gerindra NTB, termasuk figur kepala daerah hingga mantan pejabat. Menurutnya, hal itu sah dan menjadi bagian dari dinamika eksternal.

“Siapapun yang ingin berjuang bersama Gerindra tentu terbuka. Kita punya kesamaan ideologi dan tujuan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Belum Ada Sinyal Perubahan Struktur

Namun, ia menegaskan bahwa hingga kini DPP belum memberikan sinyal adanya penyegaran atau perubahan struktur di tingkat daerah. Fokus utama partai saat ini adalah mengawal program-program Presiden Prabowo Subianto yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.

“Perintah hari ini jelas, memastikan visi misi Presiden berjalan maksimal. Itu yang menjadi fokus seluruh kader, baik di pusat maupun daerah,” jelasnya.

Terkait nama-nama yang santer seperti sejumlah kepala daerah di NTB, ia mengaku tidak bisa memastikan adanya manuver politik atau komunikasi khusus dengan DPP. Terlebih, figur-figur yang beredar saat ini merupakan kader yang sudah dikenal luas oleh DPP.

“Kita tidak tahu komunikasi yang dibangun calon-calon yang disebut tersebut dengan DPP. Apakah dalam konteks kepartaian atau pemerintahan. Jadi saya tidak bisa memastikan apakah itu bagian dari upaya menuju kursi ketua DPD,” katanya.

Manyinggung soal sosok yang DPP inginkan untuk memimpin Gerindra NTB, Farin tidak membeberkannya secara rinci. Hanya saja ia menyampaikan, jika memang ke depan terjadi penyempurnaan struktur kepengurusan, kemungkinan yang menjadi pertimbangannya adalah sosok yang dapat memperkuat ekspansi partai, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

“Kalau pun ada penyempurnaan, tujuannya pasti untuk membuat Gerindra di NTB lebih masif lagi, tidak hanya dari jumlah capaian tapi juga kualitas,” katanya.

“Indikatornya jelas, dari kemenangan presiden, capaian kepala daerah, hingga kursi DPRD semuanya meningkat. Artinya secara eksisting kita sudah baik,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kader di daerah akan mengikuti apapun keputusan DPP.

“Kalau memang ada penyempurnaan, kami siap mengikuti. Di Gerindra, itu hal yang biasa,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button