36 Rumah Terbakar, Pemprov NTB Salurkan Rp143 Juta untuk Korban Kebakaran Sumbawa
Mataram (NTBSatu) – Kebakaran hebat melahap puluhan rumah di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Minggu, 22 Maret 2026. Setidaknya ada 36 rumah mengalami kerusakan. Di antaranya: 31 rusak berat dan lima rusak sebagian.
Pasca insiden tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) langsung menyalurkan bantuan untuk para korban bencana. Totalnya, Rp143,9 juta.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri menyampaikan, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal sejak awal telah menginstruksikan perangkat daerah untuk bergerak cepat di lokasi kejadian.
Penegasan itu sekaligus membantah adanya anggapan bahwa gubernur kurang perhatian terhadap insiden tersebut.
“Sejak hari pertama, BPBD dan Dinas Sosial telah turun langsung membawa bantuan. Penanganan bencana ini menjadi prioritas pemerintah,” ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah provinsi menyalurkan bantuan dalam bentuk logistik dan kebutuhan dasar warga terdampak, dengan total nilai Rp143,9 juta. Hal ini sekaligus membantah informasi yang beredar bahwa Pemprov NTB menyalurkan bantuan senilai Rp550 per KK.
Adapun banguan yang dikirimkan Pemprov NTB mencakup makanan siap saji, paket makanan anak, tenda gulung, perlengkapan keluarga (family kit), kasur, selimut, hingga sandang untuk dewasa dan anak-anak.
“Selain itu, bantuan tambahan juga terus didistribusikan, termasuk pengiriman beras sebanyak satu ton untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak,” ujarnya.
Pada saat yang sama, bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia turut disalurkan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi NTB dan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa.
Bantuan tersebut menyasar 35 kepala keluarga terdampak kebakaran, dengan rincian bantuan meliputi paket sembako berupa beras premium 5 kilogram per paket, minyak goreng, mie instan, biskuit, sarden, kecap, saus, serta perlengkapan lainnya.
“Selain itu, juga disalurkan perlengkapan sekolah bagi anak-anak, berupa seragam, tas, sepatu, buku tulis, serta alat tulis,” katanya.



