Genap Setahun Jarot-Ansori, Pembangunan di Sumbawa Disebut On The Track
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menegaskan, 12 Program Unggulan Jarot-Ansori bukan sekadar janji politik, melainkan telah terintegrasi dalam sistem perencanaan pembangunan daerah dan berjalan secara terukur.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo mengungkapkan, seluruh program telah masuk dalam RPJMD Kabupaten Sumbawa 2019–2029 melalui Perda Nomor 3 Tahun 2025 dan dijabarkan setiap tahun dalam RKPD serta Renja Perangkat Daerah, dengan pembiayaan melalui APBD.
“Dua belas program unggulan Jarot-Ansori bukan slogan. Semuanya sudah diadopsi resmi dalam dokumen perencanaan daerah dan dibiayai melalui APBD secara terukur dan akuntabel,” ungkap Dedy, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pada sektor ketahanan air dan pertanian, pembangunan 12 dam parit, 27 jaringan irigasi usaha tani, 3.875 meter irigasi perpipaan. Kemudian, 14 sumur bor, 74 sumur dangkal, 40 mesin pompa, serta rehabilitasi jaringan di 10 daerah irigasi telah terealisasi dengan anggaran sekitar Rp16,813 miliar.
“Bagi petani, infrastruktur air bukan sekadar proyek fisik. Ini jaminan produksi, jaminan pendapatan, dan jaminan stabilitas pangan,” jelasnya.
Pada sektor infrastruktur jalan, Pemkab Sumbawa mengalokasikan anggaran sekitar Rp129,668 miliar untuk pemeliharaan, peningkatan, dan rekonstruksi ruas strategis. Target jalan mantap menuju 80 persen menjadi prioritas guna mendorong konektivitas dan menekan biaya logistik.
“Jalan yang baik mempercepat distribusi hasil pertanian, membuka akses pendidikan dan kesehatan, serta menggerakkan ekonomi antarwilayah,” katanya.
Dalam aspek peningkatan pendapatan daerah, Pemkab menargetkan kenaikan 50 persen pada periode 2025–2029 melalui digitalisasi pajak dan optimalisasi aset. “Langkah ini memperluas ruang fiskal kita. Kemandirian daerah harus diperkuat agar pembangunan tidak tergantung,” tambahnya.



