Sumbawa

Genap Setahun Jarot-Ansori, Pembangunan di Sumbawa Disebut On The Track

Beri Perlindungan Pekerja dan Bina UMKM

Program perlindungan sosial juga menjadi sorotan. Sebanyak 21.736 pekerja rentan telah terlindungi melalui jaminan sosial ketenagakerjaan, dengan dukungan anggaran Rp2,355 miliar. “Ini bentuk keberpihakan kepada masyarakat rentan. Perlindungan sosial memperkuat ketahanan keluarga dan stabilitas sosial,” lanjutnya. 

Pada sektor UMKM, 145 UMKM dan 79 IKM telah mendapat pendampingan. Melalui program Bale Berdaya bekerja sama dengan PT AMNT, sebanyak 110 UMKM dan 21 local champion di tujuh kecamatan mendapat pembinaan.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kita dorong agar naik kelas dan punya daya saing,” ujarnya. 

Pada bidang pendidikan, program Siswa Sehat Bergizi dan Kartu Sumbawa Pintar telah menyalurkan beasiswa kedokteran dan farmasi kepada 15 mahasiswa. Selanjutnya, beasiswa umum kepada 664 mahasiswa di berbagai perguruan tinggi lokal, seperti Universitas Samawa dan Universitas Teknologi Sumbawa.

“Investasi pada pendidikan dan gizi adalah strategi jangka panjang. Pembangunan SDM menjadi fondasi kemajuan daerah,” katanya. 

Dedy menegaskan, seluruh capaian tersebut menunjukkan pembangunan Kabupaten Sumbawa berada pada jalur yang tepat. “Infrastruktur berkembang, ekonomi rakyat bergerak, perlindungan sosial menguat, dan kualitas SDM meningkat. Pembangunan kita on the track dan sangat akseleratif,” tegasnya. 

Di bawah kepemimpinan Jarot-Ansori, Pemkab Sumbawa menilai arah pembangunan tidak lagi sebatas wacana, melainkan telah bergerak dalam kerangka sistematis, terukur, dan berkelanjutan menuju daerah yang unggul, maju, dan sejahtera. (Marwah)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button