Gubernur Iqbal Genjot Program Desa Berdaya, Entaskan 100 KK Miskin Ekstrem di Sigar Penjalin KLU
Mataram (NTBSatu) – Desa Sigar Penjalin, masih dibayang-bayangi status kemiskinan ekstrem. Sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) menyandang status miskin ekstrem.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal meninjau langsung kondisi Desa Sigar Penjalin. Menjadi salah satu sasaran program Desa Berdaya di Kabupaten Lombok Utara (KLU).
“Kita memastikan program tersebut bisa berjalan dan sesuai dengan tujuannya dalam mengentaskan kemiskinan,” ujar Iqbal, Rabu, 25 Februari 2026.
Untuk mengintervensi kemiskinan ekstrem, Iqbal juga memberikan Rp500 juta kepada desa tersebut. Selain itu, Iqbal juga menyarankan kepada pendamping desa di Desa Sigar Penjalin untuk melakukan koordinasi dan orkestrasi dalam menangani warga yang saat ini masih berstatus miskin ekstrem.
“Desa Berdaya ini sebuah program yang karakter dua orkestrasi dan kolaborasi. Jangan pernah memikirkan untuk menyelesaikan masalah sendiri,” ujarnya.
Iqbal meminta, agar para pendamping juga memahami karakteristik dan potensi milik desa tersebut. Sehingga, potensi tersebut dimanfaatkan untuk dikembangkan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.
Selain potensi, Iqbal juga meminta agar para pendamping menganalisa penyebab masyarakat di tempat tersebut berstatus miskin ekstrem. Hal ini agar intervensi bisa sesuai dengan permasalahan yang ada.
“Teman-teman pendamping harus memahami karakteristik desa, apa penyebab masih banyak kemiskinan di desa. Manfaatkan potensi desa,” kata Iqbal.
Mantan Dubes Indonesia untuk Turki mengatakan, agar masyarakat setempat diajarkan untuk memanfaatkan potensi lokal dalam meningkatkan ekonomi. Apalagi, di Desa Sigar Penjalin banyak berdiri hotel dan villa mewah.
“Tinggal memberikan fasilitas ke mereka (sasaran miskin ekstrem) menjadikan ini desa wisata. Suasana nyampah di rumah warga. Pastikan tempatnya bersih, tidak membuat kehilangan nafsu makan,” tegasnya.
Desa Sigar Penjalin Masuk Kategori Miskin Ekstrem
Sementara itu Kepala Desa Sigar Penjalin, Zawil Fadli mengatakan, di desanya terdapat 100 Kepala Keluarga (KK) masuk kategori miskin ekstrem. “Hunian, pendidikan, kesehatan mereka cukup menjadi perhatian,” kata Zawil.
Zawil mengatakan, Desa Sigar Penjalin memiliki potensi pertanian, perkebunan dan pariwisata. Namun, di tengahnya masih ada warga yang masuk kategori miskin ekstrem.
Harapannya dengan intervensi dari pemerintah provinsi melalui program ini mampu menekan angka tersebut, bahkan di tahun-tahun berikutnya nol kemiskinan ekstrem dengan memanfaatkan potensi tersebut.
“Ketika diberikan modal usaha, bisa berinovasi yang dibutuhkan hotel dan villa. Supaya usaha usaha bisa dimanfaatkan oleh pemilik villa,” tambah Zawil. (*)



