Sumbawa

Kasus HIV di Sumbawa, Wabup Ansori Dorong Operasi Pencegahan

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah daerah (Pemda) menyoroti meningkatnya kasus HIV di Kabupaten Sumbawa. Karena itu, Pemkab Sumbawa mendorong langkah pencegahan melalui operasi lapangan hingga penguatan peran tokoh masyarakat dan agama.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, merespons atas perkembangan kasus HIV tersebut. Menurutnya, Pemkab Sumbawa harus segera menangani lonjakan kasus tersebut, supaya tidak meluas.

Terlebih, persoalan ini sebagai ancaman serius yang membutuhkan langkah pencegahan terpadu lintas sektor.

“Kami sangat prihatin melihat fenomena penularan HIV yang terjadi saat ini. Ini menjadi perhatian besar pemerintah daerah karena berpotensi mengancam kesehatan masyarakat secara luas,” kata Wabup Ansori, Selasa 17 Februari 2026.

Menurutnya, pemerintah menilai penularan banyak terjadi melalui aktivitas berisiko. Sehingga perlu langkah antisipatif yang lebih tegas, termasuk melalui pengawasan di lapangan.

“Perlu adanya kegiatan dari pihak-pihak berwajib untuk melakukan antisipasi. Salah satunya melalui operasi-operasi yang bisa mengurangi dan mencegah laju penyebaran penyakit ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran aparat daerah menjadi penting dalam menekan potensi penyebaran melalui upaya preventif yang berkelanjutan.

“Operasi secara konsisten saya kira menjadi salah satu langkah untuk menekan laju penyebaran kasus yang ada saat ini,” tambahnya.

Selain pendekatan penegakan, Ansori menekankan pentingnya keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pemerintah tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa dalam mengedukasi masyarakat.

“Kerja sama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama harus benar-benar dilaksanakan agar kasus ini tidak melebar dan bisa dihentikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan pemerintah daerah terus melakukan koordinasi lintas instansi guna memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian kasus.

“Pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi secara berkelanjutan agar penanganan kasus HIV di Sumbawa bisa dilakukan secara maksimal dan tidak berkembang lebih luas,” pungkasnya.

Upaya kolaboratif tersebut diharapkan mampu menekan angka penularan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan deteksi dini demi menjaga kualitas kesehatan publik di Kabupaten Sumbawa. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button