Sumbawa

Sopir yang Ditemukan Meninggal di Trotoar Lintas Sumbawa – Bima Diduga Korban Pengeroyokan

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kasus kematian seorang sopir bernama Sopan Sopianto (33) akhirnya terungkap. Korban diduga mengalami pengeroyokan hingga meninggal di tempat, Minggu, 15 Februari 2026. Polisi masih menyelidiki motif pembunuhan tersebut.

Kejadian menggemparkan ini setelah warga menemukan jasadnya tergeletak di trotoar Jalan Lintas Sumbawa – Bima. Tepatnya di samping kantor Rubasan Sumbawa dan bengkel 73 Motor, Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Minggu, 15 Februari 2026 sekitar pukul 06.00 Wita. Korban diduga tewas akibat aksi pengeroyokan menggunakan benda tumpul.

Kasi Humas Polres Sumbawa, Ipda Mulyawansyah membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut. Kejadian bermula dari aktivitas minum minuman keras yang dilakukan korban bersama sejumlah rekannya.

“Korban diketahui mengonsumsi minuman keras jenis arak bersama beberapa rekannya sejak Sabtu malam hingga dini hari, sebelum akhirnya keluar dari rumah,” ujarnya kepada NTBSatu.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pesta minuman keras berlangsung pada Sabtu 14 Februari 2026 sekitar pukul 22.30 Wita hingga keesokan harinya pukul 02.00 Wita. Pesta miras di rumah korban yang beralamat di Lingkungan Prate, Kelurahan Samapuin.

Setelah itu, korban keluar bersama salah seorang rekannya. Namun, sekitar pukul 03.30 Wita, rekan korban sempat menghubungi keluarga untuk memastikan keberadaan korban. Beberapa jam kemudian, keluarga menerima informasi bahwa korban ditemukan tergeletak di lokasi kejadian dalam kondisi tertutup kain.

“Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di atas trotoar jalan lintas dengan kondisi tubuh mengalami sejumlah luka serius,” jelasnya.

Hasil Visum

Pemeriksaan visum luar yang dilakukan tim medis dari RSUD Sumbawa menemukan adanya luka lebam pada pipi kanan. Luka lebam di bagian bawah telinga kiri hingga pipi kiri disertai luka robek, serta dugaan pendarahan otak akibat benturan benda tumpul.

“Dari hasil visum luar, korban diduga mengalami cedera kepala berat yang berpotensi menyebabkan pendarahan otak. Korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari empat jam sebelum ditemukan di lokasi kejadian,” tambahnya.

Polisi juga telah memeriksa rekan korban yang terakhir bersama korban sebelum kejadian. Dari hasil pemeriksaan, muncul dugaan adanya aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di lokasi kejadian.

“Keterangan saksi menyebutkan korban dan rekannya sempat didatangi kelompok anak muda yang juga sedang mengonsumsi minuman keras di sekitar lokasi,” katanya.

Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.

“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan guna mengidentifikasi serta memburu para pelaku,” tambahnya. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button