Diduga Depresi Berkepanjangan, IRT di Karang Dima Sumbawa Ditemukan Meninggal di Rumahnya
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Warga Dusun Bangkong, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, digegerkan dengan penemuan seorang ibu rumah tangga berinisial SS (59) yang meninggal dunia di rumahnya, Senin siang, 9 Februari 2026. Peristiwa ini diduga berkaitan dengan kondisi kesehatan korban yang berkepanjangan.
Korban pertama kali ditemukan oleh keponakannya, T (32) bersama seorang tetangga, AR (44) sekitar pukul 12.50 Wita. Kecurigaan muncul setelah korban tidak merespons panggilan, sementara rumah dalam kondisi tertutup rapat.
Kapolsek Labuan Badas, Iptu Eko Riyono membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, saksi berinisiatif memeriksa rumah korban setelah merasa ada hal yang tidak biasa.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban tidak merespons panggilan dan rumah dalam keadaan terkunci. Setelah diperiksa, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah,” jelas Iptu Eko, Selasa, 10 Februari 2026.
Setelah menerima laporan, personel Polsek Labuan Badas bersama Tim Identifikasi Polres Sumbawa segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tim medis dari Puskesmas Unit I Labuan Badas turut melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban.
“Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematian diduga akibat jeratan pada leher,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui telah lama menderita penyakit asam lambung kronis yang diduga memicu tekanan psikologis berkepanjangan.
“Pihak keluarga menyampaikan korban memiliki riwayat penyakit menahun yang memengaruhi kondisi mentalnya. Keluarga juga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” tambahnya.
Setelah proses identifikasi dan administrasi selesai sekitar pukul 15.10 Wita, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum Dusun Bangkong pada hari yang sama.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan dukungan keluarga bagi individu yang mengalami penyakit kronis maupun tekanan psikologis.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan, baik fisik maupun mental anggota keluarga. Jika menemukan tanda-tanda depresi, sebaiknya segera mencari bantuan tenaga kesehatan,” tambahnya. (Marwah)



