Sumbawa

Lima PMI di Libya Berangkat Unprosedural, Disnakertrans Sumbawa Belum Terima Laporan Keluarga

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa mengonfirmasi, kelima Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang kini berada di Tripoli, Libya, berangkat secara unprosedural atau tidak resmi.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbawa, Elis Permatasari mengatakan, hingga saat ini pemerintah daerah belum menerima pengaduan resmi dari keluarga para pekerja tersebut.

“Belum ada laporan. Kemarin saya sudah berkoordinasi dengan BP3MI di LTSA untuk mengecek, apakah ada keluarga yang melapor dan mereka juga belum menerima laporan,” ujar Elis kepada NTBSatu, Senin, 2 Maret 2026.

Elis menjelaskan, hasil koordinasi lintas instansi memastikan kelima PMI asal NTB tersebut berangkat tidak sesuai prosedur. Menurutnya, kondisi tersebut yang menyulitkan pemantauan administratif pada tahap awal di tingkat daerah.

“BP3MI menyampaikan mereka berangkat secara unprosedural, sehingga statusnya tidak resmi,” tegasnya.

Meski menempuh jalur tidak resmi, informasi awal menunjukkan para PMI tersebut telah mendapat perlindungan sementara di wilayah konflik. Mereka kini berada di titik aman yang perwakilan pemerintah Indonesia di Libya fasilitasi.

“Informasi yang jelas, katanya mereka sudah di Tripoli. Sudah ditampung sementara di Kedubes, KBRI sana,” jelas Elis.

Elis juga mengimbau masyarakat, untuk berhati-hati dan tidak tergiur tawaran kerja ke luar negeri melalui jalur ilegal. Ia meminta keluarga yang mengetahui anggota keluarganya berada dalam situasi serupa segera melapor secara resmi, agar pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat.

“Kami tetap memantau perkembangan. Namun, kami harap keluarga segera melapor agar koordinasi dengan pusat bisa lebih cepat,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button