Kota Mataram

Kota Mataram Dapat Suntikan Rp101 Miliar Bangun TPST Kebon Talo

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota Mataram (Pemkot) akhirnya mendapat angin segar dalam penanganan persoalan sampah.

Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp101 miliar untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo.

Kucuran dana jumbo ini menjadi salah satu intervensi terbesar pemerintah pusat dalam mendukung pembenahan sistem pengelolaan sampah di ibu kota Provinsi NTB tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi menjelaskan, total anggaran Rp101 miliar terbagi dalam dua komponen utama.

Sebesar Rp97 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik TPST, sementara Rp4 miliar digunakan untuk perencanaan teknis.

“Seluruh proses anggaran dan pelaksanaan berada di bawah kendali Kementerian PUPR. Pemerintah daerah menyiapkan lahan dan nantinya bertanggung jawab pada operasional setelah fasilitas selesai dibangun,” ujarnya, Jumat, 13 Februari 2026.

Pemkot pun telah menyiapkan lahan seluas 80 are untuk mendukung percepatan proyek strategis tersebut.

“Jika proses tender di tingkat pusat berjalan sesuai jadwal, pembangunan bisa mulai pada Maret ini,” ungkap Denny.

Kapasitas Ditargetkan Tembus 100 Ton per Hari

Kehadiran TPST Kebon Talo akan memperkuat kapasitas pengolahan sampah di Mataram.

Saat ini, TPST Sandubaya diproyeksikan mampu mengolah sekitar 40 ton sampah per hari. Dengan tambahan fasilitas baru, total kapasitas pengolahan ditargetkan mencapai 100 ton per hari.

DLH memprediksi volume sampah selama Ramadan hingga Idul Fitri dapat bertambah hingga lima ton per hari. Lonjakan terutama berasal dari aktivitas pedagang kaki lima serta sektor perdagangan musiman.

Tanpa penambahan fasilitas, kondisi tersebut berpotensi memperparah beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok yang saat ini sudah tidak lagi mampu menerima kiriman sampah baru.

“Untuk antisipasi, Kami menyiapkan skema cadangan dengan mengoptimalkan lahan di TPST Bintaro sebagai lokasi transit atau penanganan darurat saat terjadi kelebihan kapasitas,” papar Denny.

Jika TPST Kebon Talo resmi beroperasi, pemerintah optimistis sekitar 100 ton sampah per hari dapat dikelola secara mandiri.

Selain pembangunan infrastruktur berskala besar, Pemkot Mataram tetap menguatkan program berbasis masyarakat seperti Tempah Dedoro serta pemanfaatan insinerator untuk menekan volume sampah yang dibuang ke hilir. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button