Pengamat: Masalah Pendidikan NTB Gagal Ditekan karena Pendekatan Parsial dan Kebijakan Setengah Hati
Mataram (NTBSatu) – Pengamat Pendidikan Nusa Tenggara Barat (NTB), Sirajul Hadi menilai, persoalan pendidikan di NTB, terutama tingginya angka putus sekolah, tidak pemerintah tangani secara serius. Sebab, pemerintah daerah masih melakukan pendekatan parsial dan bergantung pada program pusat.
Menurut Sirajul, pendidikan semestinya menggunakan pendekatan secara terintegrasi, bukan dari satu faktor tunggal. Terlebih, melihat 73.706 anak yang putus sekolah yang ia nilai pemerintah karena faktor ekonomi.
“Pendidikan itu tidak bisa didekati dalam satu pendekatan saja, tetapi harus terintegrasi. Angka putus sekolah di NTB yang cukup signifikan itu bermula dari banyak faktor dan mesti dilihat dari semua aspek,” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menegaskan, selama ini persoalan putus sekolah kerap disederhanakan sebagai persoalan ekonomi semata. Padahal, realitas di lapangan jauh lebih kompleks.
“Tidak hanya faktor ekonomi. Ada aspek sosiologis, di mana pendidikan dianggap tidak penting dan itu berkelindan dengan faktor politis kebijakan yang tidak totalitas ke sektor pendidikan,” katanya.



