Pengamat: Masalah Pendidikan NTB Gagal Ditekan karena Pendekatan Parsial dan Kebijakan Setengah Hati
Sirajul mencontohkan, laporan Ombudsman NTB yang menemukan praktik sekolah mewajibkan pembelian seragam dengan harga mahal saat daftar ulang. Praktik semacam ini, menurutnya, secara langsung memukul semangat dan kepercayaan diri anak serta orang tua.
“Akibatnya bukan hanya orang tua yang terbebani, tapi anak juga kehilangan motivasi dan rasa percaya diri untuk masuk sekolah. Ini soal iklim pendidikan yang tidak berpihak,” ujar Dosen FKIP Nahdlatul Wathan Mataram ini.
Lebih jauh, Sirajul mengkritik posisi Pemerintah Provinsi NTB yang ia nilai tidak memiliki desain kebijakan pendidikan yang kuat dan mandiri. Pemprov, katanya, terlalu mengandalkan program pusat yang kebetulan hadir di daerah.
“Pemerintah provinsi tidak boleh hanya mengandalkan program pusat seperti sekolah rakyat atau program-program nasional lainnya. Itu menandakan kebijakan daerah tidak dirancang dengan niat serius,” tegasnya.



