Pengamat: Masalah Pendidikan NTB Gagal Ditekan karena Pendekatan Parsial dan Kebijakan Setengah Hati
Selain itu, Sirajul turut menyinggung 70 persen pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan mendapat peringatan dari Pemerintah Pusat. Menurutnya, persoalan utama program tersebut terletak pada implementasi di lapangan.
“Masalahnya ada di implementasi. Seharusnya program ini benar-benar memberi dampak peningkatan gizi anak, bukan hanya memberi makanan gratis saja,” katanya.
Ia bahkan mengingatkan, agar program strategis nasional tersebut tidak berjalan secara seremonial di NTB. “Saya sering sebut, jangan khianat untuk program MBG,” tegasnya.
Sirajul menegaskan, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang pengelolaannya tidak bisa dengan pola pikir proyek jangka pendek. “Pendidikan itu bukan seperti bangun jembatan besok sore jadi. Kalau generasi daerah (SDM) tidak jadi prioritas, jangan bicara NTB bisa maju dan mendunia,” tambahnya. (Alwi)



