Kekayaan Bupati dan Wabup Lombok Barat Terpaut Jauh, LAZ Rp25 Miliar dan UNA Rp1 Miliar
Mataram (NTBSatu) – Perbandingan harta kekayaan dua pemimpin Kabupaten Lombok Barat, menunjukkan selisih yang sangat mencolok. Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mencatatkan total harta kekayaan hingga Rp 25,56 miliar.
Angka tersebut berbanding terbalik dengan kekayaan Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha alias UNA. Harta kekayaannya hanya mencatatkan total harta Rp 1,25 miliar.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), nilai kekayaan LAZ menembus lebih dari 20 kali lipat dari kekayaan wakilnya.
Rincian Aset Properti dan Kas LAZ
Aset properti berupa tanah dan bangunan mendominasi porsi kekayaan LAZ. Mantan Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang ini menguasai 24 bidang tanah dan bangunan dengan nilai keseluruhan mencapai Rp14,59 miliar.
Aset-aset ini tersebar di sejumlah kawasan strategis, seperti Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, hingga Kota Surabaya. Selain properti, LAZ mencantumkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp1,28 miliar.
Koleksi kendaraannya mencakup satu unit Toyota Alphard tahun 2023 senilai Rp900 juta, Honda HR-V tahun 2024 senilai Rp275 juta, serta Toyota Avanza.
Ia juga mengantongi harta bergerak lainnya senilai Rp557,5 juta serta kas dan setara kas yang menembus Rp9,13 miliar.
Dalam laporan resminya, LAZ tidak mencantumkan kewajiban utang sama sekali, sehingga seluruh aset tersebut murni menjadi kekayaan bersihnya.
Kekayaan Nurul Adha
Keadaan sebaliknya terlihat pada daftar kekayaan Nurul Adha. Berdasarkan laporan LHKPN periode awal menjabat, Nurul Adha hanya mengantongi total harta bersih sebesar Rp1,25 miliar.
Aset Nurul Adha terdiri atas tanah dan bangunan serta kas dan setara kas senilai Rp226,85 juta. Ia juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya sebesar Rp25,4 juta. Sama seperti LAZ, Nurul Adha tidak memiliki tanggungan utang.
Ketimpangan nilai aset ini menjadi sorotan publik seiring langkah KPK yang menahan LAZ atas dugaan tindak pidana korupsi dan penerimaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
UNA kini menjalankan tugas kepemimpinan daerah untuk menjaga stabilitas roda pemerintahan di Lombok Barat. (*)




