Lombok Tengah Runner-up Porprov NTB 2026, Raih 125 Emas dan Dominasi 13 Cabang Olahraga
Lombok Tengah (NTBSatu) – Kontingen Lombok Tengah menutup Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 dengan raihan 125 medali emas. Hasil itu mengantarkan Lombok Tengah finis di posisi runner-up sekaligus menegaskan dominasinya di sejumlah cabang olahraga.
Selain 125 emas, Lombok Tengah mengoleksi 93 medali perak dan 126 perunggu. Total 344 medali itu termasuk dua emas dari cabang olahraga ekshibisi, yakni teqball dan padel.
Kuasai 13 Cabang Olahraga
Lombok Tengah tak hanya mengejar jumlah medali. Para atlet juga mengunci gelar juara umum di 13 cabang olahraga.
Cabang olahraga tersebut meliputi taekwondo, kempo, mixed martial arts (MMA), tinju, wushu, judo, tenis meja, bulu tangkis, dayung, aerosport, sepatu roda, pickleball, dan selancar ombak.
Ketua KONI Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya menilai capaian itu menjadi bukti pembinaan atlet mulai menunjukkan hasil.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan masyarakat,” katanya minggu, 26 Juni 2026.
Menurut Firman, keberhasilan meraih 125 medali emas dan melahirkan 13 juara umum tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, perangkat daerah, BUMD, pengurus cabang olahraga, pelatih, ofisial, hingga masyarakat yang terus memberi semangat kepada para atlet.
Firman berharap hasil Porprov kali ini menjadi modal menghadapi ajang yang lebih tinggi sekaligus memacu minat generasi muda menekuni olahraga prestasi.
Mandalika Jadi Tuan Rumah Empat Cabor
Kesuksesan Porprov XII NTB juga mendapat dukungan dari kawasan The Mandalika di Lombok Tengah. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) menyediakan sejumlah fasilitas untuk pelaksanaan empat cabang olahraga.
Panitia menggunakan Area Parkir VIP Deluxe Pertamina Mandalika International Circuit untuk pertandingan sepatu roda. Kuta Beach Park menjadi venue voli pantai, Batu Kotak Tanjung Aan menjadi lokasi triathlon, sedangkan Mandalika Airstrip menjadi titik pendaratan nomor terjun payung cabang aerosport.
General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, mengatakan pemanfaatan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat The Mandalika sebagai destinasi sport tourism.
Ia menyebut penyelenggaraan Porprov tidak hanya memberi ruang bagi pembinaan atlet daerah, tetapi juga menggerakkan sektor pariwisata. Kehadiran atlet, ofisial, dan penonton ikut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
ITDC juga melihat penyelenggaraan Porprov sebagai bagian dari persiapan NTB menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTB–NTT 2028. (*)




