Sumbawa

Safari Menanam VII di Tepal, Bupati Jarot Sebut Batulanteh “Jantung” Sumbawa

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot kembali memimpin aksi penanaman pohon dalam program Safari Sumbawa Menanam putaran VII di Desa Tepal, Kecamatan Batulanteh, Senin, 12 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menegaskan, kawasan pegunungan Batulanteh merupakan “jantung” Kabupaten Sumbawa. Ia menggambarkan peran vital hutan Batulanteh dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan hidup masyarakat.

“Batulanteh adalah hutan terbesar di Sumbawa. Hutan itu ibarat jantung kehidupan. Jika jantung terganggu, maka seluruh tubuh ikut terganggu. Karena itu, saya sangat concern (perhatian, red) menjaga wilayah ini agar tetap menjadi jantung yang sehat bagi daerah kita,” tegasnya.

Bupati Jarot mengajak masyarakat secara bertahap meninggalkan praktik menanam jagung di lereng dan tebing gunung. Ia mendorong, petani beralih ke tanaman keras bernilai ekonomi tinggi dan ramah lingkungan.

IKLAN

Ia mencontohkan Kemiri kupas yang harganya bisa mencapai Rp130 ribu per kilogram, jauh lebih tinggi dari Kemiri gelondongan di tingkat petani yang sering hanya laku sekitar Rp5 ribu.

“Kita stop menanam jagung di lereng gunung karena itu merusak. Mari tanam Sengon dan Kemiri. Hasilnya bisa mencapai Rp100 juta per hektare. Sengon itu seperti ATM, kapan pun dibutuhkan bisa dipanen. Saya ingin masyarakat sejahtera tanpa merusak alam,” ujarnya.

Pemkab Sumbawa, lanjut Bupati Jarot, berkomitmen penuh menjaga kedaulatan ekosistem wilayah hulu. Ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah, mulai dari dinas pertanian hingga dinas lingkungan hidup, untuk menjamin ketersediaan bibit unggul serta memperketat pengawasan hutan.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan penebangan liar. Saya minta masyarakat segera melaporkan siapa pun yang merusak hutan. Ini ikhtiar kita menjaga masa depan anak cucu dan menjamin ketersediaan air di Tana Samawa,” tegasnya.

Pastikan Perbaikan Aksesibilitas

Pada agenda yang sama, Bupati Jarot meresmikan program Sekolah Hijau Kebun “SITEPAL GRA” di SDN Tepal. “SITEPAL GRA” merupakan akronim dari Siswa Inovatif, Terampil, dan Peduli Lingkungan Menuju Generasi Mandiri.

Ia merangkaikan peresmian tersebut dengan penanaman simbolis 1.000 pohon kopi Arabika, komoditas unggulan Batulanteh, sekaligus sebagai sarana edukasi lingkungan bagi para siswa.

“Program ini bukan sekadar seremonial, tetapi investasi karakter untuk masa depan lingkungan Sumbawa. Saya titip agar kebun ini dirawat dengan baik. InsyaAllah lima tahun ke depan saya akan kembali melihat keberlanjutannya,” katanya.

Selain isu lingkungan, Bupati Jarot juga menyampaikan kabar baik terkait aksesibilitas wilayah Selatan Sumbawa. Ia memastikan, Pemerintah Pusat telah menyetujui pembangunan tiga ruas jalan strategis melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) multiyears.

Ruas tersebut meliputi Batudulang – Tepal dan Tepal – Baturotok dengan total anggaran sekitar Rp90 miliar. Saat ini, alat berat telah berada di Batulanteh untuk membuka medan ekstrem.

“Target saya, doa saya, tahun 2026 jalan Batudulang – Tepal sudah bisa tembus hotmix. Saya minta warga menjaga para pekerja dan kontraktor, jangan dibuat kabur mereka. Jika jalan ini mulus, harga Alpukat dan Kemiri tidak lagi dipermainkan karena ongkos angkut menjadi murah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tersebut akan menjadi urat nadi ekonomi dan mendorong Batulanteh berkembang sebagai pusat agrowisata unggulan.

Dalam kesempatan itu, melalui kerja sama dengan Baznas, Bupati Jarot juga menyerahkan bantuan Rp10 juta untuk perbaikan tempat wudu dan toilet masjid setempat.

“Ini bantuan awal. Silakan ajukan permohonan resmi jika membutuhkan bantuan tambahan. Kami ingin masyarakat Tepal nyaman dalam beribadah,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button