30 Warga Batudulang dan Punik Sukarela Hibahkan Lahan untuk Proyek IJD Sumbawa
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pembangunan ruas jalan Batudulang – Tepal di Kabupaten Sumbawa, memasuki babak baru yang inspiratif. Sebanyak 30 warga pemilik lahan di Desa Batudulang dan Desa Punik secara sukarela menghibahkan tanah mereka tanpa ganti rugi, demi mendukung proyek strategis nasional melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya menegaskan, kesadaran dan kebersamaan masyarakat menjadi kunci utama kelancaran pembangunan jalan sepanjang 8,1 kilometer tersebut.
“Masyarakat menunjukkan kebesaran hati yang luar biasa. Sebanyak 30 warga telah menandatangani surat pernyataan bermaterai untuk merelakan lahannya tanpa menuntut ganti rugi. Mereka menyadari bahwa manfaat jalan ini bagi masa depan ekonomi desa jauh lebih besar dibandingkan nilai tanah itu sendiri,” ujar Suharmaji kepada NTBSatu, Jumat, 2 Januari 2026.
Anggaran Proyek Capai Rp91,7 miliar
Selain dukungan masyarakat, pemerintah daerah juga telah menuntaskan aspek hukum dan perizinan. Untuk lahan yang berada di kawasan hutan, Pemkab Sumbawa telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Kehutanan.
Suharmaji menjelaskan, total pagu anggaran nasional program Inpres Jalan Daerah mencapai Rp2,8 triliun. Kabupaten Sumbawa menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi NTB yang memperoleh proyek IJD dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears).
Nilai kontrak proyek ruas jalan Batudulang – Tepal mencapai Rp91,7 miliar, terdiri dari Rp88 miliar untuk pekerjaan konstruksi dan sekitar Rp2,9 miliar untuk jasa konsultan. Kontrak telah ditandatangani pada 22 Desember 2025, dengan target penyelesaian pada 16 November 2026.
“Saat ini alat berat sudah berada di lokasi. Rekanan bersama konsultan pengawas sedang melakukan proses stake out atau pemasangan patok untuk menentukan lebar badan jalan,” tambahnya.
Suharmaji menilai, keberhasilan pembangunan ruas Batudulang – Tepal akan membuka konektivitas wilayah Sumbawa Selatan lainnya. Pemerintah daerah telah menyiapkan rencana lanjutan pembangunan ruas Tepal – Batu Rotok, serta lanjutan Lenangguar – Teladan hingga Kelawis.
“Pendekatan personal yang dilakukan bapak bupati terbukti efektif. Sinergi antara kedermawanan masyarakat dan komitmen anggaran pemerintah menjadi kunci utama, untuk memutus isolasi wilayah dataran tinggi Sumbawa,” ujarnya.
Bupati Jarot Minta Masyarakat Kawal Proyek

Sebelumnya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot bersama Wakil Bupati, Drs. H. Mohamad Ansori dan jajaran Pemkab Sumbawa telah melaksanakan sosialisasi tahap pelaksanaan proyek IJD kepada 30 warga terdampak.
Kegiatan tersebut dihadiri kepala desa terdampak, yakni Kepala Desa Tangkampulit, Kepala Desa Tepak, dan Kepala Desa Kelungkung, serta perwakilan Balai Jalan, rekanan pelaksana PT Metro Lestari, konsultan pengawas, unsur pemerintah daerah, dan masyarakat penerima manfaat.
Dalam arahannya, Bupati Jarot menegaskan, realisasi proyek ini merupakan bentuk pemenuhan janji politiknya saat kampanye. Ia menyoroti, keterbatasan akses jalan selama ini menjadi penghambat utama kemajuan masyarakat wilayah Selatan Sumbawa.
“Selama akses jalan terisolasi, masyarakat belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan dalam pembangunan,” tegas Bupati Jarot.
Ia mengungkapkan, melalui lobi intensif ke Pemerintah Pusat, proyek ini akhirnya memperoleh pendanaan APBN mengingat keterbatasan kapasitas APBD daerah. Bupati Jarot juga mengingatkan, seluruh elemen masyarakat agar menjaga kekondusifan selama proses pembangunan berlangsung.
“Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam mengawal proyek ini. Jangan sampai ada gangguan, karena hambatan pembangunan hanya akan merugikan kepentingan warga sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Jarot memproyeksikan kawasan Batudulang dan sekitarnya berkembang menjadi destinasi agrowisata unggulan. Dengan terbukanya akses transportasi, pemerintah daerah optimistis isolasi wilayah Sumbawa bagian selatan akan segera teratasi dan memicu pertumbuhan ekonomi baru.
Sementara itu, Camat Batulanteh, Adiman, S.STP., melaporkan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah preventif untuk memastikan kesiapan sosial masyarakat. Kecamatan Batulanteh juga telah menjalin koordinasi intensif dengan tiga desa yang dilalui jalur proyek.
“Secara prinsip, masyarakat memberikan dukungan penuh dan berkomitmen untuk tidak menghambat proses pengerjaan,” jelas Adiman.
Pemerintah kecamatan, lanjutnya, akan terus menjaga komunikasi dan koordinasi agar proyek strategis nasional ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu tanpa kendala sosial di lapangan. (*)



