Polres Bima Amankan Oknum Polisi Diduga Tampar Siswa SMP
Bima (NTBSatu) – Aksi dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum kepolisian kembali memicu ketegangan di tengah masyarakat. Seorang anggota polisi diduga kuat menampar seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.
Insiden ini berbuntut panjang setelah warga setempat mengecam tindakan tersebut dan melancarkan aksi blokir jalan.
Video singkat yang memperlihatkan tindakan represif oknum polisi itu mendadak viral di media sosial tak lama setelah akun Facebook KhenBlock mengunggahnya.
Dalam rekaman tersebut, oknum petugas berseragam dinas mendatangi dan menampar korban yang sedang duduk santai di atas sepeda motornya dengan mengenakan seragam olahraga.
Kepala Desa Nggembe, Yusuf Aziz, membenarkan bahwa insiden penamparan tersebut berlangsung di wilayah hukumnya.
“Itu kejadiannya di Desa Nggembe tadi,” ujar Yusuf saat memberikan konfirmasi terkait rekaman video yang beredar, Rabu 22 Juli 2026.
Geram melihat perlakuan kasar aparat terhadap pelajar, puluhan warga Desa Nggembe langsung berhamburan ke jalan utama.
Mereka menumpuk barikade untuk menutup akses lalu lintas sebagai bentuk protes keras. Warga mendesak aparat penegak hukum tidak pandang bulu dan segera memproses pidana oknum polisi tersebut.
Kapolsek Bolo, Iptu M Sofyan Hidayat, mengonfirmasi kebenaran peristiwa yang melibatkan anak buahnya itu.
Meski demikian, pihaknya mengaku masih mendalami motif dan kronologi lengkap di balik insiden penamparan tersebut. “Iya betul,” ucapnya singkat.
Menanggapi gejolak di masyarakat, jajaran kepolisian bergerak cepat mengambil tindakan tegas.
Sofyan menegaskan, pimpinan jajaran Kepolisian Resor Bima telah menarik dan menangani kasus ini secara langsung. Ia menjelaskan, pihaknya telah mengamankan oknum berinisial RS yang menjabat sebagai Bhabinkamtibmas Rasabou kini sudah guna menjalani pemeriksaan intensif oleh Divisi Propam.
“Sudah kami proses langsung sama Kapolres. Oknum RS, Bhabinkamtibmas Rasabou barusan kami bawa ke Polres Bima,” tegas Sofyan.
Kapolres Bima, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, turun tangan langsung untuk memastikan proses hukum terhadap oknum RS berjalan transparan demi meredam emosi warga Desa Nggembe. (*)




