Pemkot Bima Dorong OPD Percepat TPST Oimbo

Kota Bima (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima Rapat koordinasi tindak lanjut pemenuhan RC Readiness Criteria (RC) Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Oimbo di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, pada Rabu, 22 Juli 2026.
Sekda Kota Bima, Muhammad Fahkrunraji, memberikan instruksi tegas kepada jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia meminta seluruh dinas terkait menghentikan ego sektoral dan mempercepat pemenuhan TPST Oimbo.
Fahkrunraji mengingatkan, persoalan sepele seperti kelambatan komunikasi atau hambatan administratif tidak boleh lagi menjadi alasan yang menghambat proyek strategis pengelolaan sampah modern daerah.
“Seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat dan saling berkoordinasi. Jangan ada pekerjaan yang tertunda karena persoalan komunikasi atau administrasi. Semua kebutuhan yang menjadi tanggung jawab masing-masing OPD harus segera dituntaskan. Supaya proses pemenuhan RC TPSP Oimbo berjalan sesuai target,” tegas Fakhrunraji, Rabu, 22 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, tiap kepala dinas memaparkan capaian kerja sekaligus mengurai kendala di lapangan.
Pembahasan berfokus pada pemenuhan dokumen pendukung, kesiapan sarana-prasarana, kelayakan akses jalan menuju lokasi, penataan tata ruang kawasan, hingga pembenahan sistem drainase.
Fakhrunraji menekankan agar setiap hasil evaluasi tidak berhenti di meja rapat semata. Ia menginstruksikan para jajaran dinas untuk langsung turun ke lapangan guna melakukan pemantauan berkala. Sehingga setiap hambatan teknis dapat langsung teratasi secara terpadu.
Transformasi Sistem Pengolahan Sampah
Langkah responsif Pemerintah Kota Bima ini menjadi tumpuan utama dalam mentransformasi sistem pengelolaan sampah lokal menjadi lebih terpadu, modern, dan ramah lingkungan.
Jika TPST Oimbo beroperasi optimal, fasilitas ini akan memangkas volume limbah secara signifikan sekaligus mewujudkan Kota Bima yang lebih bersih dan sehat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, Syahrial Nuryadin menyatakan, persiapan TPST merupakan langkah krusial. Mengingat produksi sampah di Kota Bima saat ini sudah menyentuh angka sekitar 100 ton per hari.
“Kami tahun ini sedang mempersiapkan secara administrasinya. InsyaAllah, 2027 kita ikhtiarkan,” kata Syahrial.
Kehadiran TPST baru ini diproyeksikan mampu memangkas separuh dari beban sampah harian tersebut, dengan perkiraan anggaran Rp40 sampai Rp50 miliar.
“Dengan adanya TPST itu bisa terkelola sampahnya sekitar 50 ton per hari, setengahnya. Nanti kami akan bangun di TPA Oi Mbo. Perkiraan butuh Rp40 sampai Rp50 miliar, Lahannya sudah siap, dan kami sedang memenuhi segala persyaratannya,” pungkasnya. (*)




