Industri Pengolahan Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi NTB
Mataram (NTBSatu) – Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan arah positif pada triwulan III tahun 2025.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (Rakor PID) secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri, ekonomi NTB tumbuh 2,82 persen secara year–on–year (y–on–y).
Pertumbuhan ini didorong kuat oleh sektor industri pengolahan yang mencatat lonjakan tertinggi mencapai 66,65 persen. Sehingga, menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap laju ekonomi daerah.
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M., yang mewakili Gubernur NTB menyampaikan, capaian ini menandai arah baru pembangunan ekonomi NTB yang lebih berkelanjutan dan mandiri.
“Kita mulai melihat pergeseran struktur ekonomi. Industri pengolahan kini menjadi motor baru dan ini bukti hilirisasi mulai berjalan,” ujarnya usai Rakor, Selasa, 11 November 2025.
Ia menambahkan, meskipun sektor pertambangan masih mengalami kontraksi akibat belum masuknya realisasi ekspor bijih logam dalam laporan triwulan III. Namun, 16 dari 17 lapangan usaha di NTB tumbuh positif.
Sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, konstruksi, serta jasa pendidikan juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi NTB tanpa sektor tambang bahkan mencapai 7,86 persen (y–on–y), menunjukkan kekuatan ekonomi domestik yang makin solid.
Pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor industri berbasis potensi lokal, seperti pengolahan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Tujuannya, agar manfaat ekonomi dapat masyaraktan langsung rasakan.
“Kita ingin masyarakat NTB menjadi bagian dari rantai nilai industri, bukan hanya sebagai penyedia bahan mentah,” tegas Najamuddin.
Melihat kinerja tersebut, Pemprov meyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun, sekaligus memperkuat fondasi transformasi ekonomi daerah menuju hilirisasi dan kemandirian industri. (*)



