Pemkab Bima Tuntaskan Pembangunan 14 Koperasi Desa
Kota Bima (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima mencatatkan progres signifikan dalam percepatan ekonomi desa. Sebanyak 14 gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) resmi rampung 100 persen, dari total target pembangunan 84 unit koperasi sepanjang tahun 2026.
Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima, Muhammad Tohir, mengonfirmasi kemajuan proyek strategis tersebut.
Sementara 14 gedung telah berdiri sempurna, 70 unit koperasi sisanya kini tengah mengejar penyelesaian fisik.
“Informasi terakhir sudah ada 14 kopdes yang pembangunannya 100 persen. Sisa 70 yang progresnya sebagian besar di atas 50 persen,” ujar Tohir saat memberikan keterangan pada Selasa, 21 Juli 2026.
Guna mendukung kelancaran distribusi logistik dan aktivitas bisnis di tingkat desa, PT Agrinas Pangan turut mendistribusikan armada operasional.
Mitra pengembang ini menyalurkan 10 unit truk serta empat unit kendaraan roda tiga merek Viar untuk 14 koperasi yang telah siap beroperasi.
Dari total armada tersebut, dua unit kendaraan operasional secara resmi kepada pengurus KDMP Desa Dena di Kecamatan Madapangga dan KDMP Desa Pesa di Kecamatan Wawo.
Penyerahan kunci secara simbolis berlangsung meriah dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bima (HJB) ke-386.
“Kemarin saat HJB penyerahan kunci secara resmi oleh bupati dan Dandim 1608, terwakilkan oleh Kopdes Dena dan Pesa. Dua kopdes yang sudah menerima truk dan tiga roda Viar, yakni Kopdes Dena Madapangga dan Pesa Wawo,” kata Tohir melanjutkan.
Mengenai skema pendanaan, Tohir menegaskan bahwa PT Agrinas Pangan menanggung penuh pembiayaan fisik gedung dan fasilitas operasional pendukung.
Sementara itu, untuk memutar roda bisnis sehari-hari, pengurus koperasi akan mengandalkan akumulasi modal anggota yang disokong oleh dukungan perbankan.
“Untuk operasional pembiayaan bersumber dari modal anggota kopdes, dan juga akan ada pinjaman lunak oleh bank-bank pemerintah dengan jaminan dana desa,” pungkasnya.
Pihaknya berharap, percepatan ini mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat Bima secara inklusif hingga ke pelosok desa. (*)




