Ekonomi BisnisKota Mataram

MBG Kembali Beroperasi, Harga Ayam Melonjak Naik

Mataram (NTBSatu) – Aktivitas sekolah yang kembali normal setelah libur panjang ikut menggerakkan permintaan bahan pangan di Kota Mataram.

Sejumlah warga mengaku mulai merasakan kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok. Terutama daging ayam ras yang menjadi salah satu komoditas dengan permintaan tinggi.

Saat masa libur sekolah, permintaan bahan pangan dari dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat menurun. Kondisi tersebut membuat harga beberapa komoditas ikut terkoreksi.

IKLAN

Memasuki tahun ajaran baru dan dapur MBG kembali beroperasi. Permintaan bahan pangan meningkat sehingga harga sejumlah kebutuhan pokok kembali merangkak naik.

Salah seorang warga yang berbelanja di Pasar Kebon Roek, Suryani mengatakan, kenaikan harga paling terasa terjadi pada daging ayam ras. Menurutnya, harga ayam sempat turun cukup signifikan selama libur sekolah, tetapi kini kembali naik.

“Waktu libur sekolah harga ayam sempat turun sampai Rp33 ribu per kilogram. Sekarang sudah naik lagi menjadi sekitar Rp38 ribu per kilogram,” ujarnya, Selasa, 21 Juli 2026.

Ia berharap, harga bahan pokok tidak terus mengalami kenaikan karena akan menambah beban pengeluaran rumah tangga. Menurutnya, kebutuhan sehari-hari tetap harus terpenuhi meski harga di pasar terus berubah.

Selain daging ayam ras, warga juga mulai mengeluhkan kenaikan harga telur ayam ras, beras, Minyakita, hingga bawang putih. Kenaikan harga tersebut membuat sebagian masyarakat harus mengatur kembali anggaran belanja harian agar tetap mencukupi kebutuhan keluarga.

Pantau Pergerakan Harga

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar tradisional. Pemantauan rutin dilakukan untuk mengetahui pergerakan harga sekaligus memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia.

“Hasil pemantauan harga bahan pokok di Pasar Mandalika per 21 Juli 2026 menunjukkan harga daging ayam ras Rp35 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp27.300 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, dan beras SPHP Rp12 ribu per kilogram,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kota Mataram per Selasa, 21 Juli 2026, harga beras lokal medium tercatat Rp13.000 per kilogram.

Sementara itu, bawang putih berada pada kisaran Rp33.000 per kilogram, bawang merah Rp24.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp30.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp32.000 per kilogram, gula pasir Rp19.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp19.200 per liter, tepung terigu Rp15.000 per kilogram, daging sapi Rp145.000 per kilogram, dan LPG 3 kilogram Rp22.000 per tabung.

Sri Wahyunida menjelaskan, pemerintah akan terus mengawasi perkembangan harga di pasar sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan yang berpotensi mengganggu daya beli masyarakat.

“Selain memantau harga, pemerintah juga mengawasi distribusi dan ketersediaan stok agar pasokan tetap lancar,” jelasnya.

Meski demikian, harga komoditas antar pasar tidak selalu sama. Perbedaan lokasi penjualan, kualitas barang, biaya distribusi, hingga margin pedagang dapat menyebabkan harga yang dibayar konsumen lebih tinggi dari data pemantauan pemerintah.

Hal itu terlihat dari pengakuan sejumlah warga yang membeli daging ayam ras dengan harga sekitar Rp38.000 per kilogram, sedangkan hasil pemantauan Dinas Perdagangan Kota Mataram di Pasar Mandalika mencatat harga Rp35.000 per kilogram. (*)

Artikel Terkait