DPMPTSP Mataram Optimistis Kejar Investasi Rp1,18 Triliun Meski Terkendala RDTR
Mataram (NTBSatu) – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram optimistis mampu mengejar target realisasi investasi sebesar Rp1,18 triliun pada tahun ini.
Hingga triwulan I dan II, realisasi investasi telah mencapai Rp736,86 miliar atau 62,36 persen dari target.
Meski begitu, belum rampungnya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) masih menghambat proses perizinan sejumlah investasi karena status lahan belum memiliki kepastian.
Kepala DPMPTSP Kota Mataram, Novian Rosmana mengatakan, minat investor masih tinggi terutama pada sektor pergudangan, telekomunikasi, dan perumahan.
Namun, belum finalnya RDTR dan RTRW membuat pihaknya belum bisa memproses beberapa permohonan izin karena status lahan masih bermasalah. Akibatnya, sejumlah rencana investasi harus menunggu hingga persoalan tata ruang selesai.
“Sektor pergudangan, telekomunikasi, dan perumahan cukup dominan. Namun seperti yang diketahui, kondisi saat ini terkait RDTR dan RTRW yang belum final memang menjadi kendala sementara kami. Ada beberapa pemohon yang sudah masuk, tetapi karena terkendala status lahan, prosesnya jadi tertunda,” ujar Novian, Rabu, 5 Agustus 2026.
Dominasi Tiga Sektor
Novian menjelaskan, sektor pergudangan masih menarik minat investor. Beberapa pelaku usaha mengajukan pembangunan gudang baru.
Mereka berfokus pada usaha distribusi bahan makanan maupun material seiring peran Kota Mataram sebagai pusat distribusi bagi wilayah sekitarnya.
Dari dua permohonan yang masuk, DPMPTSP baru memproses satu permohonan karena seluruh persyaratan telah terpenuhi. Sementara satu permohonan lainnya masih melengkapi dokumen.
Sektor telekomunikasi juga mencatat pertumbuhan positif. Hingga triwulan II, jumlah pembangunan menara telekomunikasi meningkat dari 56 unit menjadi 64 unit dengan nilai investasi mencapai Rp94,95 miliar.
Hal ini membuat Novian tetap yakin target investasi sebesar Rp1,18 triliun dapat tercapai. Menurutnya, penyelesaian RDTR akan mempercepat proses perizinan sekaligus membuka peluang masuknya investasi baru pada sisa tahun ini.
“Jika masalah status lahan dan RDTR ini bisa selesai dalam waktu dekat, saya sangat optimistis target investasi sebesar Rp1,18 triliun di Kota Mataram bisa tercapai,” pungkasnya. (*)




