30 Rumah Warga di Mataram Rusak Akibat Banjir

Mataram (NTBSatu) – Sebanyak 30 rumah warga Kota Mataram dilaporkan rusak akibat banjir yang melanda pada Minggu, 6 Juli 2025.
“Kerusakan rumah bervariasi, ada yang ringan, sedang, hingga berat. Dari total 30 rumah, saat ini 20 unit tengah dibangun sebagai hunian sementara atau huntara,” ungkap Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram, M. Nazzarudin Fikri, Selasa, 15 Juli 2025.
Ia menjelaskan, proses pembangunan hunian sementara dengan cepat menggunakan material spandek, agar warga segera memiliki tempat berteduh yang layak.
“Ini masalah kemanusiaan. Kemarin kami lihat ada warga yang tidur di atas spandek, tentu itu sangat tidak nyaman. Maka kami membangun secepatnya. Masalah anggaran akan di-backup kemudian,” tegasnya.
Dari 30 rumah yang terdampak, Dinas Perkim Kota Mataram telah menangani 20 rumah dan 10 sisanya masih dalam proses survei.
“Ada 13 ditambah 7, sekitar 20 unit. Sisanya masih kami survei di lapangan,” terang Nazzarudin.
Beberapa lokasi yang terdampak dan menjadi fokus penanganan saat ini antara lain Karang Jero dan Perumahan Edelweis BTN Sweta. Namun, akses menuju beberapa rumah yang rusak cukup sulit, terutama yang berada di daerah Karang Jero.
“Ada rumah yang kerusakannya ringan, tapi aksesnya sulit. Kami tetap tangani semuanya, hanya butuh proses,” jelasnya.
Sementara itu, untuk wilayah Pamotan, penanganan telah lebih dahulu. “Di Pamotan sudah pengangkatan sisa rumah banjir. InsyaAllah, lusa rumahnya sudah bisa dibangun kembali,” ujarnya.