Banjir Terparah Sepanjang Sejarah Mataram, Johan Rosihan Desak Pemerintah Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan

Mataram (NTBSatu) – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Johan Rosihan menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah banjir parah yang melanda sejumlah wilayah di Kota Mataram, Minggu, 6 Juli 2025.
Menurut Johan, peristiwa banjir kali ini merupakan bencana luar biasa yang tidak boleh dianggap sebagai kejadian musiman semata.
Anggota DPR RI Dapil NTB I ini menilai, bencana banjir tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kebijakan, baik di tingkat daerah maupun pusat.
“Ini adalah alarm keras bahwa sistem tata kelola lingkungan dan manajemen bencana kita perlu dievaluasi secara menyeluruh,” tegasnya kepada NTBSatu, Senin, 7 Juli 2025.
Limah Langkah Mendesak
Johan pun menyarankan lima langkah mendesak yang perlu pemerintah segera lakukan. Pertama, pemerintah harus memprioritaskan keselamatan warga melalui evakuasi cepat dan tepat.
Ia mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda) bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan untuk memastikan tidak ada keterlambatan dalam penanganan awal, karena hal itu dapat berisiko menimbulkan korban lebih banyak.
“Kedua, melakukan audit dan revitalisasi total terhadap sistem drainase serta penataan ruang Kota Mataram. Ubanisasi yang cepat tidak diimbangi dengan perencanaan ekologis, sehingga banyak daerah resapan air berubah fungsi tanpa mitigasi yang memadai,” paparnya.
Ketiga, mengevaluasi perizinan dan menindak pelanggaran tata ruang. Johan menegaskan, pembangunan di atas wilayah rawan banjir atau yang menutup aliran air harus dihentikan dan ditindak tegas.
“Keempat, mempercepat pembangunan sistem peringatan dini dan meningkatkan edukasi kebencanaan bagi masyarakat. Perubahan iklim global membuat cuaca sulit diprediksi dan masyarakat perlu dilibatkan secara aktif dalam mitigasi bencana,” ungkap Johan.
Kelima, tambah Johan, membangun kesadaran kolektif terkait pengelolaan sampah. Ia menekankan bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh hujan ekstrem, tetapi juga oleh sampah yang menyumbat saluran air.
Oleh sebab itu, disiplin dalam membuang sampah sangat penting, baik di tingkat rumah tangga maupun kawasan komersial.
“Ini saatnya kita membangun kesadaran bersama, memperkuat solidaritas sosial, dan mengedepankan kemanusiaan di atas segalanya,” ujar Johan.
Ia pun menutup pernyataannya dengan doa bagi masyarakat terdampak dan seluruh relawan yang tengah berjibaku di lapangan.
“Semoga masyarakat terdampak diberi kekuatan dan keselamatan. Serta, seluruh tim relawan dan petugas lapangan dimudahkan dalam menjalankan tugas kemanusiaannya,” tandas Politisi Partai PKS ini. (*)