Lombok TimurPendidikan

Ramai Peminat, Sekolah Rakyat Lombok Timur masih Terkendala Gedung

Lombok Timur (NTBSatu) – Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat  Dasar (SRD) Tiga Lombok Timur terus meningkat. Namun, keterbatasan ruang kelas dan asrama membuat sekolah belum bisa menerima seluruh siswa baru di daerah tersebut.

Kepala SRD Tiga Lombok Timur, Marisa Apnika mengatakan, saat ini sekolah memiliki 97 siswa. Jumlah itu berkurang setelah tiga siswa lulus dari total 100 siswa, yang sebelumnya menempuh pendidikan di SR.

Menurut Marisa, sebanyak 60 siswa baru asal Lombok Timur justru menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pemerintah mengambil langkah itu karena SRD Lombok Timur masih berstatus rintisan dan belum memiliki gedung permanen.

IKLAN

“Kalau dipaksakan di sini, ruang kelas dan asramanya belum cukup. Karena itu mereka sementara belajar di KLU,” ujarnya, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat di KLU telah memiliki fasilitas permanen dengan kapasitas lebih dari 500 siswa. Sementara, SRD Lombok Timur masih menggunakan lokasi sementara, sehingga belum mampu menampung tambahan peserta didik.

Marisa menegaskan, kendala utama bukan terletak pada tenaga pendidik. Saat ini sekolah telah memiliki empat rombongan belajar dengan jumlah guru yang mencukupi.

IKLAN

“Guru kami sudah cukup. Yang masih kurang hanya ruang kelas dan asrama,” katanya.

Ia berharap, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, segera terealisasi.

Menurutnya, pembangunan tersebut akan membuka peluang bagi siswa asal Lombok Timur, yang saat ini belajar di KLU untuk kembali bersekolah di daerahnya sendiri.

Sediakan Kebutuhan Siswa

Selain layanan pendidikan, pemerintah juga menyediakan seluruh kebutuhan siswa secara gratis. Fasilitas itu meliputi laptop, buku pelajaran, seragam, sepatu, tas, hingga perlengkapan mandi dan kebutuhan kebersihan diri.

Sekolah juga menyediakan makan tiga kali sehari serta makanan ringan dua kali sehari.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan bagi orang tua siswa melalui bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, hingga perbaikan rumah.

Marisa berharap, pembangunan gedung permanen segera rampung. Agar SRD Lombok Timur dapat menampung lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu, yang membutuhkan akses pendidikan. (*)

Artikel Terkait