AdvertorialPendidikan

Observasi KKN UMMAT Angkatan 40 Ungkap Potensi Wisata Desa Oi Saro

Bima (NTBSatu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Angkatan 40 melaksanakan observasi potensi Mata Air Oi Saro di kawasan Hutan Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. 

Observasi tersebut bertujuan mengidentifikasi potensi desa yang dapat dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Oi Saro, Ridwan A., M.A., mengatakan Mata Air Oi Saro merupakan salah satu potensi utama yang dimiliki desa. Mata air tersebut selama ini dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air bersih dan pengairan sawah sehingga menjadi sumber kehidupan bagi warga Desa Oi Saro.

IKLAN

Ridwan menjelaskan, pengelolaan kawasan Hutan Desa Oi Saro telah memperoleh dasar hukum melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 13541 Tahun 2024 tentang pemberian persetujuan pengelolaan Hutan Desa kepada Lembaga Desa Saro Lestari seluas kurang lebih 288 hektare yang berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

Menurutnya, kawasan hutan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi karena kondisi hutannya masih asri dan tetap terjaga oleh masyarakat. 

“Keberadaan mata air menjadi daya tarik utama yang diharapkan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik,” katanya, Selasa, 7 Juli 2026.

IKLAN

Ia berharap, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta instansi terkait dapat memberikan program-program pengembangan hutan desa beserta seluruh potensi yang dimilikinya. 

“Kaki juga berharap Hutan Desa Oi Saro terus dikembangkan karena memiliki potensi menghasilkan oksigen yang sangat penting di tengah pemanasan global sehingga keberadaannya perlu dijaga bersama,” harapnya.

Sementara itu, Rian, salah satu pengurus Lembaga Desa Saro Lestari, mengatakan kawasan Hutan Desa Oi Saro memiliki tiga mata air utama, yakni Dembe Po’on, Mata Air Muhammad, dan Mata Medu. 

“Ketiga mata air tersebut menjadi sumber air bagi masyarakat sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi,” katanya. 

Ia berharap, Mata Air Oi Saro dapat dikenal lebih luas dan mendapat dukungan dari pemerintah maupun berbagai pihak melalui pembangunan fasilitas pendukung sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Ketua KKN UMMAT Angkatan 40, Irfan, mengatakan hasil observasi menunjukkan Mata Air Oi Saro memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata lokal maupun nasional. Menurutnya, kondisi hutan yang masih alami, sumber mata air yang melimpah, serta kerja sama pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga hutan menjadi kekuatan utama Desa Oi Saro.

“Kita pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah dapat mendukung pengembangan potensi Mata Air Oi Saro sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi contoh pengelolaan hutan desa yang baik di Kabupaten Bima,” ungkapnya. (*)

Artikel Terkait