Survei MY Institute: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jarot-Ansori Capai 57,2 Persen
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori masih terjaga. Hal itu tercermin dalam hasil survei MY Institute yang menunjukkan mayoritas masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Jarot–Ansori.
Survei bertajuk Sumbawa Hijau Lestari dan Program Strategis Jarot–Ansori dalam Persepsi Masyarakat Sumbawa tersebut dirilis melalui siaran langsung Facebook, Minggu, 5 Juli 2026.
Hasil survei mencatat 57,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Jarot–Ansori. Angka tersebut terdiri dari 2,4 persen responden yang mengaku sangat puas dan 54,8 persen responden yang menyatakan puas.
Temuan itu menunjukkan mayoritas masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada pemerintah daerah dalam menjalankan roda pembangunan Kabupaten Sumbawa.
Selain mengukur tingkat kepuasan, survei juga memotret persepsi masyarakat terhadap arah pembangunan daerah. Sebanyak 41,2 persen responden menilai pembangunan di Kabupaten Sumbawa bergerak ke arah yang lebih baik. Sementara itu, sebagian masyarakat berharap berbagai program pembangunan terus diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan hingga ke seluruh lapisan masyarakat.
MY Institute mencatat harapan masyarakat masih tertuju pada sejumlah sektor strategis, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, penciptaan lapangan kerja, penguatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.
Survei Independen
Direktur MY Institute, Dr. Miftahul Arzak, S.I.Kom., M.A., menegaskan lembaganya menjalankan survei secara independen dan tidak berada dalam struktur pemerintahan.
“Kami sebenarnya tidak mendampingi pemerintah. Survei ini dari luar pemerintahan sejak era Bupati Husni Djibril berpasangan dengan Mahmud Abdullah, kemudian masa Mahmud Abdullah bersama Dewi Noviany, hingga pemerintahan Jarot dan Ansori. Kami tidak pernah berada di dalam sistem, sehingga kami selalu melihat dan menilai dari luar,” ujarnya.
Menurutnya, hasil survei tersebut bertujuan memberikan gambaran mengenai persepsi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan dan pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Sumbawa.
Survei MY Institute itu menjadi salah satu potret kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jarot–Ansori pada pertengahan 2026. Di balik angka kepuasan yang mencapai 57,2 persen, tersimpan harapan masyarakat agar berbagai program strategis terus berjalan konsisten sehingga manfaat pembangunan semakin dirasakan hingga ke pelosok Kabupaten Sumbawa (*)




